Vol.08 - Ch.02 ~ Keberadaan Permata itu

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2 di Kurozuku.

24 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca....

Cain meragukan indra pendengarannya setelah mendengar kata-kata Hero, Holy Knight dan Sage disebutkan. Kata Hero seharusnya mengacu kepada Yuuya yang merupakan raja pertama kerajaan Esfort yang juga merupakan guru Cain. Sedangkan kedua sosok lainnya mengacu kepada kedua orang tua Cain.

(Apa mereka adalah orang-orang “panggilan”?? Tapi mengapa mereka di panggil di Kekaisaran Vysus… Kurasa aku harus menanyakan ini pada Hinata untuk memastikan hal ini….)

“Cain? Ada apa?”

Sang raja pun penasaran setelah melihat Cain tiba-tiba berdiri.

“Tidak apa-apa… hanya saja, seharusnya Hero, Holy Knight dan Sage itu normalnya tidak akan muncul pada keadaan normal… Jangan-jangan… Izinkan saya untuk memastikannya terlebih dahulu… Dan… Kalau memang keberadaan mereka benar adanya… Saya juga akan pergi ke Beast Kingdom…”

Meskipun Cain mengatakan itu dengan penekanan, namun Sang Raja hanya merespons dengan menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak akan mengizinkan anak di bawah umur untuk melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan militer… Ini adalah ketetapan dari Yang Mulia Raja Pertama… dan aku tidak bisa mengubahnya… meskipun aku tahu seberapa kuat kau ini…”

“Bagaimana jika dia hanya ikut sebagai pengguna sihir pemulihan, dan bukan petarung di garis depan… Seharusnya tidak masalah kan?”

Duke Eric mencoba memberikan saran penengah. Pada kenyataannya keberadaan Cain sendiri saja sudah bisa menumpas semua pasukan musuh. Namun jika sampai identitas Cain diketahui terbongkar maka itu bisa memicu peperangan antara Kekaisaran Vysus dan Kerajaan Esfort.

Setelah mendengar masukan dari Duke Eric, Sang Raja pun memberikan izin meskipun ia masih merasakan ragu dihatinya.

“Baiklah…. Selain mengirim Cain, Aku juga akan meminta bantuan pada beberapa orang petualang… Tentu saja aku juga mengirimkan orang untuk mengawasimu… Karena kita tidak akan tahu masalah apa yang akan kau timbulkan kalau aku membiarkanmu sendirian…”

Semua yang hadiri di ruangan itu hanya bisa tersenyum pahit mendengar komentar Sang Raja. Pada kenyataannya memang sudah banyak masalah yang ditimbulkan oleh Cain. Mungkin mereka masih bisa menanganinya karena masih di dalam negeri, namun kali ini lokasinya akan berada di luar negeri.

“Baiklah, kalau saya juga akan segera bersiap-siap….”

Setelah selesai membahas berbagai hal, pertemuan itu pun selesai, dan Cain pun kembali ke mansionnya untuk mengganti pakaian. Ia harus segera menanyakan tentang permata pemanggilan itu kepada Sang Pope dan Hinata.

Karena ia tidak akan bisa begitu saja bertemu dengan Sang Pope jika dia menggunakan kostum Cain, maka dia harus mengganti pakaiannya dengan jubah putih dan topeng layaknya utusan para dewa agar ia bisa bergerak bebas di Marineford.

“Kalau begini kan aku jadi lebih fleksibel…”

Terdengar suara yang tak jelas apakah pemilik suaranya pria atau wanita bergema di ruangan itu. Jika Cain tidak menggunakan identitasnya sebagai utusan dewa, ia mungkin akan dikejar-kejar oleh ksatria dan tidak bisa bergerak bebas. Karena itu ia memutuskan untuk menggunakan kostum itu untuk bisa menemui Sang Pope dan Hinata yang merupakan seorang Saint.

Cain pun segera berteleportasi  ke dekat Markas Pusat Gereja. Meskipun Cain bisa saja langsung berteleport ke dalam kamar Hinata, dan tentunya Hinata tidak akan melaporkan apa-apa tentang itu, namun Cain memutuskan untuk datang dengan formal dan terang-terangan sebagai utusan Dewa.

Ketika melihat sosok Cain yang menggunakan jubah putih dari ujung kepala hingga ujung kaki serta menggunakan topeng, itu, para ksatria pun menjadi tegang.

“Hei orang mencurigakan!! Kau tidak boleh masuk lebih dari ini tanpa izin!!”

Ksatria yang berteriak itu sudah bersiaga dengan tangan memegang pedang yang ada di pinggangnya. Namun kemudian dihentikan oleh ksatria gereja yang lainnya.

“Apakah… Anda adalah… Tuan Utusan Dewa???”

Cain pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Kesatria yang bertanya dengan gugup itu.

“Ternyata benar… Mohon tunggu sebentar… Saya akan segera mengantarkan Anda… Oi kalian!! Jangan sampai lancang pada beliau!! Beliau ini adalah utusan para Dewa!!”

“Eh..!? Utusan dewa!?”

Salah seorang penjaga pun bergegas lari ke dalam gereja. Sesaat setelah itu, seorang Priest pun datang untuk menyambut.

“Selamat datang, Tuan Utusan Dewa… Saya akan memandu Anda untuk bertemu dengan Sang Pope dan Sang Saint…”

“……Terima kasih….”

Para Ksatria pun serentak berdiri tegak ketika mendengar suara Cain. Dan mereka hanya bisa terdiam memandang Cain masuk ke dalam Gereja.

Ketika melihat sosok Cain yang berjalan di belakang sang Priest, orang-orang yang ada di dalam gereja itu segera berlutut dan berdoa. Sebenarnya Cain merasa tidak enak dengan fenomena ini, namun dirinya sadar bahwa saat ini dia sedang memainkan peran sebagai seorang utusan Dewa. Karena itu ia tidak punya pilihan lain selain diam dan terus melangkah mengikuti Priest itu.

“Saya sudah terlebih dahulu mengirim pembawa pesan untuk memberitahukan Sang Pope dan Sang Saint atas kedatangan Anda, Jadi saya akan mengantarkan Anda langsung ke ruangan Sang Pope…”

Meskipun semua ini berjalan sesuai dengan apa yang Cain perkirakan, namun ini malah membuat Cain sedikit khawatir karena terlalu lancar. Ia menjadi penasaran, apakah memang akan semudah ini orang bertopeng mencurigakan untuk masuk ke dalam gereja?

“Apa kau tidak curiga sama sekali kalau aku ini bukan utusan Dewa??”

Ketika mendengar pertanyaan itu, Priest itu pun berbalik dan tersenyum.

“Saya dapat langsung mengenali Anda sebagai utusan para dewa… Saya bisa merasakan aura dewa dari jubah yang Anda kenakan…. Selain itu, kebetulan saya juga berada di lokasi pemilihan Pope waktu itu…”

“… Begitu ya… terima kasih”

“Tidak… tidak… justru saya sangat bersyukur bisa berbicara dengan utusan dewa…. Saat ini gereja juga menjadi lebih baik sejak terpilihnya Pope baru… Mungkin ini juga berkat anda wahai utusan dewa….”

Priest itu membungkuk untuk mengucapkan rasa terima kasihnya. Kemudian ia pun berbalik dan kembali memandu Cain. Dan Cain pun mengikutinya dari belakang.

Setelah menaiki beberapa tangga, Priest itu pun berhenti di depan sebuah pintu yang terlihat mewah dilantai paling atas.

“Di sini tempatnya, mohon tunggu sebentar….”

Priest itu pun mengetuk pintu, dan menyampaikan bahwa utusan dewa telah datang. Lalu kemudian, pintu itu terbuka dengan penuh semangat.

“Lama sekali tidak berjumpa!! Tuan utusan Dewa!!”

Dengan penuh semangat Pope Denter menghampiri dan langsung memeluk Cain dengan erat.

“Eh…!?”

Cain pun terkejut, dan beberapa saat kemudian terdengar suara dari belakang Pope Denter.

“Pope-sama…. Sepertinya tindakan itu bukanlah tindakan yang pantas dilakukan kepada Utusan Dewa…. Lama tidak berjumpa, tuan Utusan Dewa….”

“Ah.. Benar juga…. Mohon maafkan kelancangan saya.. Wahai utusan Dewa…”

Pope Denter pun sedikit menjauh dari Cain dan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.

“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit terkejut saja…”

“Saya juga!!!”

Tiba-tiba saja Hinata melompat memeluk Cain melalui celah di antara Cain dan Pope Denter.

“Ehhh…!?”

Sang Priest yang mengantarkan Cain ke tempat itu hanya bisa terdiam terpana melihat semua kejadian ini. Setelah Pope denter mempersilahkannya untuk pergi, Priest itu pun membungkuk dan kemudian segera meninggalkan tempat itu.

“Hei Hinata, Kamu tidak boleh memeluknya di koridor seperti ini…. Nanti kan ada waktunya….”

Hinata pun sedikit menjauh dari Cain dengan pipi yang memerah.

“Mohon maaf.. mari kita masuk dulu ke dalam….”

Hinata pun mengajak Cain masuk ke dalam ruangan itu. Hanya ada mereka bertiga di ruangan itu, Cain pun duduk di sofa yang kosong.

“Jadi, ada keperluan apa Anda mengunjungi kami tiba-tiba begini? Yahh.. saya sudah menduga pasti tentang hal itu ya…”

Sepertinya Pope Denter sudah memperkirakan topik pembicaraan kali ini

“Sebenarnya.. telah terjadi invasi oleh Kekaisaran Vysus kepada Beast Kingdom Kermes…. dan katanya sosok Hero, Holy Knight dan Sage telah muncul disana…. Tapi bukannya seharusnya Permata Pemanggilan itu ada di Kerajaan Marinford ini kan? Jadi aku datang kemari untuk memastikan hal ini…”

“Ternyata benar tentang itu ya…. Terkait kabar itu, beritanya juga sudah sampai ke kerajaan ini… Karena itu saya segera memeriksa semua barang yang ada di ruangan harta untuk mencari Permata itu…. Namun sepertinya permata itu adalah salah satu benda yang hilang saat terjadinya insiden pembunuhan Pope sebelumnya…”

Ketika mendengar hal ini, Cain pun mengerutkan keningnya.

 

Terimakasih telah mampir...

Comments

17 responses to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2”

  1. Keita shaleh says:

    Hayo apakah tar amarah nya Cain akan terjadi dan apakah Cain akan ngeluarin semua kekuatan/setengah/1/3/1/4 dari semua kekuatan nya bisa ancur semua wkwkwk

  2. Goddess Lime says:

    Wah apa perlu saya kutuk kerajaan Vysus ganggu momen mau nikah sama cain

  3. Nana says:

    Lanjutkan

  4. Maple says:

    mantaf,, kira” hero nya OP gak ya
    kalau dari flasback cerita dari yuya kan awal dateng status berkah dewa nya cuma di level 5, sehabis itu disuruh lawan harun baru berkah dewa nya di naikin level 10

    • KuroMage says:

      nah itu, se OP nya mereka gak akan lebih dari cain, karena Cain udah dilatih sama banyak dewa, paling nanti ada yang di kasih berkah sama dewa jahat wkwk tapi sepertinya masih lama

  5. Ramadhani says:

    Kapan chapter selanjutnya keluar katanya 2 per hari

  6. Yusuf says:

    Apa salah satu nya temen cain ya??? Cwek yang diselametin cain ya???

  7. Bahamut says:

    Up up

  8. DivoR says:

    Kirain 2 chptr min wkwk , tpi gpp tetap semangat nge-TL nya minnn

  9. Retry says:

    Upp min

  10. Support says:

    Huhu 2 Chapter lagi 🙁

  11. Hogaku says:

    Lanjutkan min

  12. PK says:

    Hmmm

    #Terimakasih KuroMage-sensei, semoga sehat selalu 🙏

Leave a Reply to Retry Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *