Chapter 1 ~ Terlahir kembali

Anda sedang membaca Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 1 di Kurozuku.

23 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Ayah meninggal musim panas ini.

Kehidupan seorang pria yang terlahir sebagai petani yang memiliki poin Military yang cukup tinggi, dan membuatnya menjadi seorang bangsawan meskipun hanya kelas bawah, harus berakhir di usia 39 tahun.

Ayah telah lama menderita sebuah penyakit.

Ayah, yang memiliki tubuh yang kuat, namun perlahan-lahan beliau mulai kehilangan berat badannya dan seperti telah menjadi orang yang berbeda. Dan pada akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Padahal penyakitnya itu terlihat sangat membuat beliau menderita, namun ayah tampak memasang ekspresi yang sangat damai ketika meninggal. Nampaknya benar, sebelum manusia meninggal, mereka akan kehilangan semua penderitaannya.

Pada hari pemakaman, tubuh ayah di kremasi.

Meskipun kami berada di Kekaisaran Somerforce yang tidak mengizinkan adanya kremasi, namun kremasi adalah lumrah di daerah ini.

Melihat api berkobar-kobar dan asap yang membubung tinggi kembali meyakinkan ku bahwa ayah  sudah meninggal. Karena alasan tertentu, dari lubuk hatiku selama ini aku tidak pernah menganggap ayah adalah ayahku.

Meskipun begitu, tidak diragukan lagi beliau adalah sosok yang paling dapat dipercaya dan paling aku hormati di dunia ini.

Sambil menangis, aku berusaha untuk tabah.

Aku tidak boleh menangis.

Ketika aku memikirkan apa yang harus aku lakukan kedepannya, aku pun membulatkan tekad bahwa aku tidak boleh menangis disini.

Setelah pemakaman ayah selesai, aku mengumpulkan semua bawahan ayah. Aku pun berdiri dihadapan semua orang dengan mengenakan pakaian yang bagus, dan membuatku terlihat sedikit dewasa.

Dan dengan bangga aku pun mengatakan….

“Mulai hari ini, aku, Ars Louvent, akan menggantikan ayahku Raven dan menjadi kepala keluarga Louvent!”

Itu adalah tahun kedua belas sejak kematian ku di Jepang, dan bereinkarnasi ke dunia ini.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

 

Hari itu, kematian yang datang kepadaku tidaklah terlalu menakjubkan. Selama 35 tahun aku hidup di sebuah negeri bernama Jepang sebagai seorang pria yang biasa-biasa saja.

Aku lahir dikalangan keluarga biasa, bersekolah di SD, SMP, SMA lalu masuk perguruan tingggi, mendapatkan pekerjaan yang layak serta berpenghasilan rata-rata sekitar 4,5 juta yen pertahun.

Mungkin satu-satunya hal yang tidak biasa dalam hidupku itu adalah aku belum menikah. Namun mengingat tingkat kelahiran saat itu menurun, mungkin saja itu masih dikategorikan sebagai normal.

…… Yah, walaupun kenyataan diriku yang pada waktu itu belum pernah berpacaran pun mungkin termasuk tidak normal.

Kurasa wajahku saat itu biasa-biasa saja, sepertinya memang ada yang salah dengan kepribadian ku saat itu. Banyak orang mengatakan bahwa aku kurang agresif. Ada juga yang berpikiran aku selalu melamun.

Memang tidak salah. Memang pada dasarnya aku ini tidak terlalu antusias dan agresif kepada hal yang tidak benar-benar aku sukai. Alasan aku tidak pernah punya pacar mungkin memang karena aku tidak pernah merasa benar-benar suka pada seorang gadis.

Ngomong-ngomong, hari itu adalah hari Senin. Karena kemarin adalah hari libur, aku merasa sangat malas keluar, namun aku harus bekerja.

Aku membawa tas bisnis kesukaan ku di tangan kanan, dan memutar pegangan pintu dengan tangan kiri lalu membuka pintu itu dan keluar.

Aku pun mengeluarkan kunci dan berusaha mengunci pintu, namun saat itu….

Dokaan!!!

“!!?”

Aku merasakan rasa sakit yang luar biasa menghantam dadaku.

Tanganku gemetaran sehingga membuat kunci dan tas ku jatuh kelantai. Dan aku berusaha sekuat tenaga menekan dadaku dengan tanganku.

Karena rasa sakit yang terlalu berlebihan ini membuatku sulit bernafas. Dan aku pun tidak tahan lagi, kemudian akhirnya akupun terjatuh.

Apa ini? Ada apa sebenarnya???

Sepertinya karena rasa sakit ini akal ku tidak berfungsi dengan baik. Aku tidak bisa memikirkan apapun.

Dan pandangan ku pun semakn buyar lalu kesadaran ku pun menghilang.

Tanpa memahami situasi yang terjadi, aku kehilangan kesadaran ku dan jatuh kedalam kegelapan dan rasa sakit yang sangat mengerikan.

Sesungguhnya kematian tidak akan sebahagia ke Isekai…

Ketika aku tersadar, aku melihat wajah seorang wanita. Aku benar-benar tidak bisa memahami situasi ini sama sekali.

Mari kita urutkan dari awal.

Pertama aku akan berangkat kerja seperti biasanya.

Lalu ketika aku ingin keluar rumah, ketika aku ingin mengunci pintu, aku merasakan rasa sakit yang parah didadaku.

Dan ketika sadar, aku melihat sosok wanita di hadapanku. Wanita itu memiliki mata yang agak bulat dan terlihat menawan.

Dia bukan orang Jepang. Dia orang berkulit putih.

Jika aku pingsan karena sakit didadaku, apa ini rumah sakit??

Namun wanita itu tidak terlihat menggunakan pakaian perawat.

Dia juga bukan kenalan ku. Lagipula aku tidak mempunyai teman wanita berkulit putih.

Laipula ekspresi wanita itu sangat lembut seperti seseorang yang sangat mencintai anjingnya.

Benar-benar berbeda dengan ekspresi orang yang membawa orang pingsan ke rumah sakit.

Wanita itu membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu.

Aku tidak mengerti apa yang ia katakan.

Seperrtinya itu adalah bahasa asing, namun aku benar-benar tidak pernah mendengar bahasa itu.

Setidaknya jika itu bahasa terkenal, meskipun aku tidak bisa menggunakannya, aku bisa mengerti itu bahasa negara mana saat aku mendengarnya.

Sepertinya wanita itu berasal dari sebuah negara terpencil.

Aku mencoba menggerakan mulutku. Memang bergerak, namun sepertinya tidak ada kata-kata yang keluar.

Sepertinya aku haya bisa mengucapkan “aa” dan “uuu”.

Aku mencoba menggerakan tubuhku, namun aku merasa gerakannya sama sekali tidak sepertu yang aku inginkan.

Walaupun memang berhasil bergerak.

Hmm?

Pada saat itu, aku bisa melihat tanganku yang memasuki bidang pandangku.

Kecil. Benar-benar sangat kecil hingga membuatku terkejut.

Seperti tangan bayi.

Benak ku dipenuhi dengan tanda tanya.

Aku keliru dan terlalu cepat mengambil keputusan, aku pun melihat tanganku lagi. Dan memang kecil.

Jangan lupa untuk komen ya…

Apa-apaan ini…

Apa ini candaan?

Atau…

Pada saat itu aku sudah mati dan bereinkarnasi???

Reinkarnasi itu adalah salah satu pemikiran dalam agama Buddha, yang mengatakan bahwa jiwa yang telah mati akan terlahir kembali berulang-ulang ke dunia ini.

Pendiri agama itu, sang Buddha mengatakan bahwa hidup itu menyakitkan. Jiwa manusia akan terus menderita dengan terus mengulangi linngkaran kematian dan bereinkarnasi terus menerus. Dan sepertinya dengan berlatih dan mendapatkan ilham kita bisa membebaskan diri dari lingkaran reinkarnasi itu.

Aku pun terpikirkan, apa aku ini bereinkarnasi karena aku tidak mendapatkan ilham itu?

Namun jika itu benar, agak aneh jika aku masih memiliki ingatan ku ini. Pokoknya saat ini aku paling tidak telah memahami bahwa sebuah fenomena luar biasa sedang menimpaku.

Aku bisa paham… tapi aku tidak bisa berbicara, tidak bisa bergerak sepuasnya, tidak bisa melakukan apapun.

Sepertinya aku hanya harus menunggu ya….

Entah mengapa tiba-tiba aku merasa mengantuk. Apa karena ini tubuh seorang bayi??

Aku pun tidak bisa menahan rasa kantuk ini dan akhirnya tertidur.

Terimakasih telah mampir…

 

Selamat Membaca….

Ayah meninggal musim panas ini.

Kehidupan seorang pria yang terlahir sebagai petani yang memiliki poin Military yang cukup tinggi, dan membuatnya menjadi seorang bangsawan meskipun hanya kelas bawah, harus berakhir di usia 39 tahun.

Ayah telah lama menderita sebuah penyakit.

Ayah, yang memiliki tubuh yang kuat, namun perlahan-lahan beliau mulai kehilangan berat badannya dan seperti telah menjadi orang yang berbeda. Dan pada akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Padahal penyakitnya itu terlihat sangat membuat beliau menderita, namun ayah tampak memasang ekspresi yang sangat damai ketika meninggal. Nampaknya benar, sebelum manusia meninggal, mereka akan kehilangan semua penderitaannya.

Pada hari pemakaman, tubuh ayah di kremasi.

Meskipun kami berada di Kekaisaran Somerforce yang tidak mengizinkan adanya kremasi, namun kremasi adalah lumrah di daerah ini.

Melihat api berkobar-kobar dan asap yang membubung tinggi kembali meyakinkan ku bahwa ayah  sudah meninggal. Karena alasan tertentu, dari lubuk hatiku selama ini aku tidak pernah menganggap ayah adalah ayahku.

Meskipun begitu, tidak diragukan lagi beliau adalah sosok yang paling dapat dipercaya dan paling aku hormati di dunia ini.

Sambil menangis, aku berusaha untuk tabah.

Aku tidak boleh menangis.

Ketika aku memikirkan apa yang harus aku lakukan kedepannya, aku pun membulatkan tekad bahwa aku tidak boleh menangis disini.

Setelah pemakaman ayah selesai, aku mengumpulkan semua bawahan ayah. Aku pun berdiri dihadapan semua orang dengan mengenakan pakaian yang bagus, dan membuatku terlihat sedikit dewasa.

Dan dengan bangga aku pun mengatakan….

“Mulai hari ini, aku, Ars Louvent, akan menggantikan ayahku Raven dan menjadi kepala keluarga Louvent!”

Itu adalah tahun kedua belas sejak kematian ku di Jepang, dan bereinkarnasi ke dunia ini.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

 

Hari itu, kematian yang datang kepadaku tidaklah terlalu menakjubkan. Selama 35 tahun aku hidup di sebuah negeri bernama Jepang sebagai seorang pria yang biasa-biasa saja.

Aku lahir dikalangan keluarga biasa, bersekolah di SD, SMP, SMA lalu masuk perguruan tingggi, mendapatkan pekerjaan yang layak serta berpenghasilan rata-rata sekitar 4,5 juta yen pertahun.

Mungkin satu-satunya hal yang tidak biasa dalam hidupku itu adalah aku belum menikah. Namun mengingat tingkat kelahiran saat itu menurun, mungkin saja itu masih dikategorikan sebagai normal.

…… Yah, walaupun kenyataan diriku yang pada waktu itu belum pernah berpacaran pun mungkin termasuk tidak normal.

Kurasa wajahku saat itu biasa-biasa saja, sepertinya memang ada yang salah dengan kepribadian ku saat itu. Banyak orang mengatakan bahwa aku kurang agresif. Ada juga yang berpikiran aku selalu melamun.

Memang tidak salah. Memang pada dasarnya aku ini tidak terlalu antusias dan agresif kepada hal yang tidak benar-benar aku sukai. Alasan aku tidak pernah punya pacar mungkin memang karena aku tidak pernah merasa benar-benar suka pada seorang gadis.

Ngomong-ngomong, hari itu adalah hari Senin. Karena kemarin adalah hari libur, aku merasa sangat malas keluar, namun aku harus bekerja.

Aku membawa tas bisnis kesukaan ku di tangan kanan, dan memutar pegangan pintu dengan tangan kiri lalu membuka pintu itu dan keluar.

Aku pun mengeluarkan kunci dan berusaha mengunci pintu, namun saat itu….

Dokaan!!!

“!!?”

Aku merasakan rasa sakit yang luar biasa menghantam dadaku.

Tanganku gemetaran sehingga membuat kunci dan tas ku jatuh kelantai. Dan aku berusaha sekuat tenaga menekan dadaku dengan tanganku.

Karena rasa sakit yang terlalu berlebihan ini membuatku sulit bernafas. Dan aku pun tidak tahan lagi, kemudian akhirnya akupun terjatuh.

Apa ini? Ada apa sebenarnya???

Sepertinya karena rasa sakit ini akal ku tidak berfungsi dengan baik. Aku tidak bisa memikirkan apapun.

Dan pandangan ku pun semakn buyar lalu kesadaran ku pun menghilang.

Tanpa memahami situasi yang terjadi, aku kehilangan kesadaran ku dan jatuh kedalam kegelapan dan rasa sakit yang sangat mengerikan.

Sesungguhnya kematian tidak akan sebahagia ke Isekai…

Ketika aku tersadar, aku melihat wajah seorang wanita. Aku benar-benar tidak bisa memahami situasi ini sama sekali.

Mari kita urutkan dari awal.

Pertama aku akan berangkat kerja seperti biasanya.

Lalu ketika aku ingin keluar rumah, ketika aku ingin mengunci pintu, aku merasakan rasa sakit yang parah didadaku.

Dan ketika sadar, aku melihat sosok wanita di hadapanku. Wanita itu memiliki mata yang agak bulat dan terlihat menawan.

Dia bukan orang Jepang. Dia orang berkulit putih.

Jika aku pingsan karena sakit didadaku, apa ini rumah sakit??

Namun wanita itu tidak terlihat menggunakan pakaian perawat.

Dia juga bukan kenalan ku. Lagipula aku tidak mempunyai teman wanita berkulit putih.

Laipula ekspresi wanita itu sangat lembut seperti seseorang yang sangat mencintai anjingnya.

Benar-benar berbeda dengan ekspresi orang yang membawa orang pingsan ke rumah sakit.

Wanita itu membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu.

Aku tidak mengerti apa yang ia katakan.

Seperrtinya itu adalah bahasa asing, namun aku benar-benar tidak pernah mendengar bahasa itu.

Setidaknya jika itu bahasa terkenal, meskipun aku tidak bisa menggunakannya, aku bisa mengerti itu bahasa negara mana saat aku mendengarnya.

Sepertinya wanita itu berasal dari sebuah negara terpencil.

Aku mencoba menggerakan mulutku. Memang bergerak, namun sepertinya tidak ada kata-kata yang keluar.

Sepertinya aku haya bisa mengucapkan “aa” dan “uuu”.

Aku mencoba menggerakan tubuhku, namun aku merasa gerakannya sama sekali tidak sepertu yang aku inginkan.

Walaupun memang berhasil bergerak.

Hmm?

Pada saat itu, aku bisa melihat tanganku yang memasuki bidang pandangku.

Kecil. Benar-benar sangat kecil hingga membuatku terkejut.

Seperti tangan bayi.

Benak ku dipenuhi dengan tanda tanya.

Aku keliru dan terlalu cepat mengambil keputusan, aku pun melihat tanganku lagi. Dan memang kecil.

Jangan lupa untuk komen ya…

Apa-apaan ini…

Apa ini candaan?

Atau…

Pada saat itu aku sudah mati dan bereinkarnasi???

Reinkarnasi itu adalah salah satu pemikiran dalam agama Buddha, yang mengatakan bahwa jiwa yang telah mati akan terlahir kembali berulang-ulang ke dunia ini.

Pendiri agama itu, sang Buddha mengatakan bahwa hidup itu menyakitkan. Jiwa manusia akan terus menderita dengan terus mengulangi linngkaran kematian dan bereinkarnasi terus menerus. Dan sepertinya dengan berlatih dan mendapatkan ilham kita bisa membebaskan diri dari lingkaran reinkarnasi itu.

Aku pun terpikirkan, apa aku ini bereinkarnasi karena aku tidak mendapatkan ilham itu?

Namun jika itu benar, agak aneh jika aku masih memiliki ingatan ku ini. Pokoknya saat ini aku paling tidak telah memahami bahwa sebuah fenomena luar biasa sedang menimpaku.

Aku bisa paham… tapi aku tidak bisa berbicara, tidak bisa bergerak sepuasnya, tidak bisa melakukan apapun.

Sepertinya aku hanya harus menunggu ya….

Entah mengapa tiba-tiba aku merasa mengantuk. Apa karena ini tubuh seorang bayi??

Aku pun tidak bisa menahan rasa kantuk ini dan akhirnya tertidur.

Terimakasih telah mampir…

 

Comments

5 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 1”

  1. Bahamut says:

    Bagus nih novel

  2. Yusuf says:

    Bentar ini kenapa lgsg chapter 9???

  3. Yusuf says:

    Chapternya udh bnyak ternyata

  4. S says:

    Semangat y min

Leave a Reply to S Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *