Chapter 11 ~ Membeli

Anda sedang membaca Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 11 di Kurozuku.

28 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Leadership 92 dan Military 116 serta Magic Aptitude S….

Ini benar-benar angka yang mengerikan. Meskipun skala yang lainnya sangat biasa, namun… nilai Leadership dan Military nya sangat mengerikan. Bahkan saat ini sebelum ia bekembang angka Military nya sudah hampir menyamai ayah.

Kemampuan bertarung seseorang ditentukan oleh poin Military dan bakat seseorang. Bahkan jika poin Military nya sangat tinggi jika bakatnya adalah D maka tidak akan terlalu kuat. Karena sosok ini juga memiliki bakat D selain bakat sihirnya, mungkin dia tidak akan terlalu berguna di pertarungan selain pertarungan sihir.

Namun. nampaknya dia akan sangat luar biasa jika dalam pertarungan yang melibatan sihir. Perawakannya adalah seorang gadis dengan rambut biru panjang, dan wajahnya benar-benar terlihat seperti buatan. Mungkin saat dewasa anti dia akan benar-benar menjadi wanita yang sangat cantik.

Yah tidak masalah bagaimanapun penampilannya. Aku hanya bisa membeli gadis ini. Mari kita bawa dia pulang dan menjadikannya pasukan sihir.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Berapa harga Charlotte ini?”

Aku langsung bertanya kepada penjual budak itu.

“Eh?? Charlotte ya, lima koin perak… Apakah kamu menginginkannya?”

Lima koin perak. Setelah menimbang bahwa butuh biaya sekiitar 10 koin emas (1 koin emas = 10 koin perak) bagi orang dewasa untuk hidup selama satu tahun, maka harga ini tidak terlalu mahal.

Ketika aku melihat harga budak yang lain, aku mengetahui bahwa harga budak pria lebih mahal dari budak wanita. Mungkin karena lrbih brguna sebagi tenaga kerja. Gadis ini kelihatan lebih muda dan memiliki wajah yang cantik, sehingga harganya sedikit lebih tinggi dari budak wanita lainnya.

Saat ini aku punya lima koin emas ditanganku. Lebih dari cukup untuk membelinya.

“Anu… Ars-sama… apa anda berencana untuk membeli gadis itu???”

“Ya. Dia memiliki bakat sihir yang luar biasa.”

“Anu… aku tidak meragukan penglihatan Ars-sama… tapi dia itu perempuan…. Kita tidak akan bisa membiarkannya masuk medan pertempuran…. Raven-sama tidak akan mengizinknnya…”

Ada pemikiran di dunia ini bahwa wanita tidak boleh berpartisipasi dalam pertempuran. Pada dasarnya pemikiran bahwa hanya pria lah yang boleh bertarung bahkan juga ada di bumi. Jika aku bersikeras menjadikan seorang wanita menjadi prajurit, nanti bisa jadi orang akan melihat ku dengan tatapan aneh jauh lebih parah daripada ketika aku merekrut Rietz yang merupakan seorang Marca. Salah sedikit saja mungkin aku akan dianggap gila oleh orang-orang. Yah tidak peduli apa kesan pertama mereka, mungkin aku akan bisa membungkam mulut mereka setelah mebiarkan gadis ini menggunakan sihir.

Semoga bisa ramai lagi….

“Pokoknya tidak salah lagi gadis ini punya bakat luar biasa dalam sihir…. Tidak membiarkan dia melakukannya hanya karena dia adalah seorang wanita sungguh keputusan bodoh….”

Rietz sepertinya menyah pada tekad kuatku dan dia pun terdiam. Aku pun menyerahkan satu koin emas kepada si penjual budak, dan aku pun mendapatkan lima koin perak sebagai kembalian.

“Terimakasih telah membeli….”

Penjual  budak itu mengatakan itu sambil membawa Charlotte keluar dari kurungan.  Dan dia menyeahkan rantai yang terhubung ke kalung budak dilehernya beserta kunci kalung itu. Karena kedepannya dia akan bertarung di peperangan, kalung budak dilehernya benar-benar tidak cocok untuknya.

Aku pun mencoba melepaskan ikatannya.

“Hei.. nak… dia ini memang pendiam, tapi sebaiknya kamu tetap memakaikan kalung itu….”

“Tidak apa-apa kok…”

Aku tidak mempedulikannya, dan tetap melepaskan kalung budak dileher Charlotte. Dia tetap disana dan tidak melarikan diri.

“Kenapa melepas kalungku??”

Ini pertama kalinya aku mendengar perkataan Charlotte.

“Aku membeli mu bukan untuk menjadi budak, tapi untuk menjadi bawahanku… jadi kalung budak itu tidak cocok….”

“????”

Sepertinya ia tidak mengerti apa yang aku bicarakan.

“Saat ini aku lapar, jai mari kita bicarakan hal ini sambil makan…”

Kami pun memutuskan untuk membeli makanan dipasar dan memakannya ditempat.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Namaku adalah Ars Louvent…”

“Saya adalah Rietz Muses….Salam kenal…”

Setelah makan, aku dan Rietz memperkenalkan diri kepada Charlotte. Dia sepertinya tidak terlalu lapar jadi dia tidak makan bersama kami.

“Aku Charlotte Wraith, Salam kenal…”

Gadis itu pun memberikan salam kepada kami. Suaranya datar tanpa intonasi.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku membelimu dari pedagang budak untuk menjadikan mu bawahan keluargaku…”

Akupun menjelaskan kepada Charlotte bahwa aku adalah putera bangsawan penguasa Lamberk.

“Kalau bisa, aku ingin kamu langsung menjadi bawahan ku. Bagaimana??”

“Aku tahu kalau kau adalah anak bagsawan… dan aku juga tidak punya tempat tujuan lain, jadi aku tidak masalah untuk menjadi bawahan…  Namun aku ini adalah wanita, aku tidak mengerti apa alasan mu ingin menjadikan ku bawahan mu… Apa kamu salah melihat aku sebagai laki-laki?? Memang sih dadaku agak rata, tapi aku ini benar-benar wanita, apa kau mau lihat buktinya??”

Ketika aku memikirkan memang apa yang akan dia lakukan untuk membuktikannya, dia langsung ingin membuka celananya.

“Tunggu, tunggu!! Aku tahu kok kamu ini wanita!!”

Aku dengan panik menghentikannya.

Jangan lupa untuk komen ya…

“…Begitu ya… yah seharusnya memang begitu… tidak mungkin orang akan salah mengira aku yang cantik ini sebagai seorang pria kan?”

Jadi dia bilang dirinya cantik ya…. Yah memang tidak salah sih. Aku sempat mendengar Rietz berbisik kepadaku ‘Gadis ini, sepertinya sangat aneh, apa tidak masalah?’ karena merasa khawatir.

“Jika dia punya bakat, tidak masalah jika dia sedikit aneh…”

Aku memang bilang begitu, namun kenyataanya aku juga sedikit ragu.

“Kenapa kamu menjadikan aku yang seorang wanita ini sebagai bawahan mu??”

“Karena kamu memiliki bakat dalam sihir…”

“Sihir?? Tapi aku belum pernah menggunakannya, apa aku punya bakat seperti itu???”

Charlotte pun kebingungan. Namun sepertinya dia tidak berbohong. Aneh sekali. Padahal saat ini pun poin Military nya sudah tinggi, jadi kupikir dia sudah berpengalaman dalam melakukannya. Seberapapun tingginya poin maksimalnya, jika dia tidak berpengalaman apa bisa poin saat ini miliknya bisa setinggi ini?

Aku tidak meragukan kemampuanku, namun untuk antisipasi, aku ingin dia mencoba menggunakan sihir sekali saja. Setidaknya aku sudah meminta Rietz membawa peralatan sihir itu.

“Rietz, mari kita biarkan dia menggunakan sihir sekali sebagai penilaian…”

“Baikah,,, namun kita tidak bisa menggunakannya di dalam kota,jadi mari kita keluar…”

“Ya…”

Lalu aku, Rietz dan Charlotte pun berangkat menuju dataran yang ada diluar kota.

Terimakasih telah mampir…

Selamat Membaca….

Leadership 92 dan Military 116 serta Magic Aptitude S….

Ini benar-benar angka yang mengerikan. Meskipun skala yang lainnya sangat biasa, namun… nilai Leadership dan Military nya sangat mengerikan. Bahkan saat ini sebelum ia bekembang angka Military nya sudah hampir menyamai ayah.

Kemampuan bertarung seseorang ditentukan oleh poin Military dan bakat seseorang. Bahkan jika poin Military nya sangat tinggi jika bakatnya adalah D maka tidak akan terlalu kuat. Karena sosok ini juga memiliki bakat D selain bakat sihirnya, mungkin dia tidak akan terlalu berguna di pertarungan selain pertarungan sihir.

Namun. nampaknya dia akan sangat luar biasa jika dalam pertarungan yang melibatan sihir. Perawakannya adalah seorang gadis dengan rambut biru panjang, dan wajahnya benar-benar terlihat seperti buatan. Mungkin saat dewasa anti dia akan benar-benar menjadi wanita yang sangat cantik.

Yah tidak masalah bagaimanapun penampilannya. Aku hanya bisa membeli gadis ini. Mari kita bawa dia pulang dan menjadikannya pasukan sihir.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Berapa harga Charlotte ini?”

Aku langsung bertanya kepada penjual budak itu.

“Eh?? Charlotte ya, lima koin perak… Apakah kamu menginginkannya?”

Lima koin perak. Setelah menimbang bahwa butuh biaya sekiitar 10 koin emas (1 koin emas = 10 koin perak) bagi orang dewasa untuk hidup selama satu tahun, maka harga ini tidak terlalu mahal.

Ketika aku melihat harga budak yang lain, aku mengetahui bahwa harga budak pria lebih mahal dari budak wanita. Mungkin karena lrbih brguna sebagi tenaga kerja. Gadis ini kelihatan lebih muda dan memiliki wajah yang cantik, sehingga harganya sedikit lebih tinggi dari budak wanita lainnya.

Saat ini aku punya lima koin emas ditanganku. Lebih dari cukup untuk membelinya.

“Anu… Ars-sama… apa anda berencana untuk membeli gadis itu???”

“Ya. Dia memiliki bakat sihir yang luar biasa.”

“Anu… aku tidak meragukan penglihatan Ars-sama… tapi dia itu perempuan…. Kita tidak akan bisa membiarkannya masuk medan pertempuran…. Raven-sama tidak akan mengizinknnya…”

Ada pemikiran di dunia ini bahwa wanita tidak boleh berpartisipasi dalam pertempuran. Pada dasarnya pemikiran bahwa hanya pria lah yang boleh bertarung bahkan juga ada di bumi. Jika aku bersikeras menjadikan seorang wanita menjadi prajurit, nanti bisa jadi orang akan melihat ku dengan tatapan aneh jauh lebih parah daripada ketika aku merekrut Rietz yang merupakan seorang Marca. Salah sedikit saja mungkin aku akan dianggap gila oleh orang-orang. Yah tidak peduli apa kesan pertama mereka, mungkin aku akan bisa membungkam mulut mereka setelah mebiarkan gadis ini menggunakan sihir.

Semoga bisa ramai lagi….

“Pokoknya tidak salah lagi gadis ini punya bakat luar biasa dalam sihir…. Tidak membiarkan dia melakukannya hanya karena dia adalah seorang wanita sungguh keputusan bodoh….”

Rietz sepertinya menyah pada tekad kuatku dan dia pun terdiam. Aku pun menyerahkan satu koin emas kepada si penjual budak, dan aku pun mendapatkan lima koin perak sebagai kembalian.

“Terimakasih telah membeli….”

Penjual  budak itu mengatakan itu sambil membawa Charlotte keluar dari kurungan.  Dan dia menyeahkan rantai yang terhubung ke kalung budak dilehernya beserta kunci kalung itu. Karena kedepannya dia akan bertarung di peperangan, kalung budak dilehernya benar-benar tidak cocok untuknya.

Aku pun mencoba melepaskan ikatannya.

“Hei.. nak… dia ini memang pendiam, tapi sebaiknya kamu tetap memakaikan kalung itu….”

“Tidak apa-apa kok…”

Aku tidak mempedulikannya, dan tetap melepaskan kalung budak dileher Charlotte. Dia tetap disana dan tidak melarikan diri.

“Kenapa melepas kalungku??”

Ini pertama kalinya aku mendengar perkataan Charlotte.

“Aku membeli mu bukan untuk menjadi budak, tapi untuk menjadi bawahanku… jadi kalung budak itu tidak cocok….”

“????”

Sepertinya ia tidak mengerti apa yang aku bicarakan.

“Saat ini aku lapar, jai mari kita bicarakan hal ini sambil makan…”

Kami pun memutuskan untuk membeli makanan dipasar dan memakannya ditempat.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Namaku adalah Ars Louvent…”

“Saya adalah Rietz Muses….Salam kenal…”

Setelah makan, aku dan Rietz memperkenalkan diri kepada Charlotte. Dia sepertinya tidak terlalu lapar jadi dia tidak makan bersama kami.

“Aku Charlotte Wraith, Salam kenal…”

Gadis itu pun memberikan salam kepada kami. Suaranya datar tanpa intonasi.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku membelimu dari pedagang budak untuk menjadikan mu bawahan keluargaku…”

Akupun menjelaskan kepada Charlotte bahwa aku adalah putera bangsawan penguasa Lamberk.

“Kalau bisa, aku ingin kamu langsung menjadi bawahan ku. Bagaimana??”

“Aku tahu kalau kau adalah anak bagsawan… dan aku juga tidak punya tempat tujuan lain, jadi aku tidak masalah untuk menjadi bawahan…  Namun aku ini adalah wanita, aku tidak mengerti apa alasan mu ingin menjadikan ku bawahan mu… Apa kamu salah melihat aku sebagai laki-laki?? Memang sih dadaku agak rata, tapi aku ini benar-benar wanita, apa kau mau lihat buktinya??”

Ketika aku memikirkan memang apa yang akan dia lakukan untuk membuktikannya, dia langsung ingin membuka celananya.

“Tunggu, tunggu!! Aku tahu kok kamu ini wanita!!”

Aku dengan panik menghentikannya.

Jangan lupa untuk komen ya…

“…Begitu ya… yah seharusnya memang begitu… tidak mungkin orang akan salah mengira aku yang cantik ini sebagai seorang pria kan?”

Jadi dia bilang dirinya cantik ya…. Yah memang tidak salah sih. Aku sempat mendengar Rietz berbisik kepadaku ‘Gadis ini, sepertinya sangat aneh, apa tidak masalah?’ karena merasa khawatir.

“Jika dia punya bakat, tidak masalah jika dia sedikit aneh…”

Aku memang bilang begitu, namun kenyataanya aku juga sedikit ragu.

“Kenapa kamu menjadikan aku yang seorang wanita ini sebagai bawahan mu??”

“Karena kamu memiliki bakat dalam sihir…”

“Sihir?? Tapi aku belum pernah menggunakannya, apa aku punya bakat seperti itu???”

Charlotte pun kebingungan. Namun sepertinya dia tidak berbohong. Aneh sekali. Padahal saat ini pun poin Military nya sudah tinggi, jadi kupikir dia sudah berpengalaman dalam melakukannya. Seberapapun tingginya poin maksimalnya, jika dia tidak berpengalaman apa bisa poin saat ini miliknya bisa setinggi ini?

Aku tidak meragukan kemampuanku, namun untuk antisipasi, aku ingin dia mencoba menggunakan sihir sekali saja. Setidaknya aku sudah meminta Rietz membawa peralatan sihir itu.

“Rietz, mari kita biarkan dia menggunakan sihir sekali sebagai penilaian…”

“Baikah,,, namun kita tidak bisa menggunakannya di dalam kota,jadi mari kita keluar…”

“Ya…”

Lalu aku, Rietz dan Charlotte pun berangkat menuju dataran yang ada diluar kota.

Terimakasih telah mampir…

Comments

6 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 11”

  1. psp06 says:

    Penasaran, ni MC cm bs aprisial aja y. Klo ya mantap jg, tak terlalu OP bgt kyk d novel isekai yg lain

  2. gada akhlak says:

    beda njirr sma manganya

Leave a Reply to gada akhlak Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *