Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 12
~Bakat yang Luar biasa~

 

Selamat Membaca….

“Kalau begitu, kita mulai menggunakan sihirnya….”

Setibanya di tanah datar dan menkonfirmasi tidak ada orang di sekitar, aku memberikan Charlotte peralatan untuk menggunakan sihir. Katalisator dan Magic liquid.

Magix liquid berada di dalam sebuah wadah yang terbuat dari kulit. Sedangkan katalisator yang aku berikan seperti sebuah bola seukuran bola baseball dan terukir banyak tulisan-tulisan misterius yang tidak bisa aku baca. Bola itu memiliki rantai dan dipakai sebagai kalung dileher.

Pertama-tama, kita memasukan Magic Liquid kedalam katalitsator. Katalisator memiliki sebuah penutup, dan Riet membuka penutup itu. kemudiann ia memasukan Magic Liquid yang ada di dalam wadah kulit tadi kedalamnya, dan cairan yang kental pun masuk kedalam katalisator itu. Hanya sedikit saja yang dimasukan kedalamnya.

Setelah sihir diaktifkan, maka semua Magic liquid yang ada didalam katalisator itu akan habis terpakai. Karena itu, mustahil untuk melakukan  tembakan beruntun.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Kalungkan ini dilehermu…”

Rietz menyerahkan katalisator yang telah diisi dengan Magic Liquid kepada Charlotte. Dia pun mengambilnya dan memakainya sesuai instruksi.

“Aku sudah memakainya, terus bagaimana menggunakannya???”

“Kamu bisa mengaktifkannya dengan melapalkan mantera dalam posisi kalung itu tetap kau pakai…  Karena Magic Liquid yang saya masukan adalah tipe api, maka kamu bisa menggunakan sihir bertipe api…”

“Hmm? Apa ada banyak jenis Magic Liquid???”

Aku hanya pernah melihat Magic Liquid berwarna merah. Apa ada yang lainnya??

“Ya, ada… ada berbagai warna lain seperti biru dan hijau…”

“Memangnya apa yang terjadi jika warnanya berbeda??”

“Ada yang namanya atribut sihir, dan atribut yang digunakan ditentukan dari warna Magic Liquid nya… Magic Liquid berwarna merah disebut sebagai Magic Liquid tipe api karena akan bisa menggunakan sihir tipe api… yang biru disebut Magic Liquid tipe air karena bisa digunakan untuk sihir tipe air… dan yang hijau digunakan untuk sihir tipe angin…”

“Ada berapa semua atributnya??”

“Ada banyak… selain tiga atribut yang saya sebutkan tadi, masih ada tipe petir, tipe kegelapan, tipe cahaya, tipe es, tipe suara. Tipe racun, tipe bayangan, tipe kutukan, tipe pemulihan, tipe kekuatan….dan masih banyak lainnya….”

Lebih banyak dari yang aku bayangkan. Yang disebutkan saja sudah banyak, tapi masih ada yang lain? Dan aku penasaran apa bedanya tipe kegelapan denga tipe bayangan. Jika mereka dipisahkan seharusnya ada perbedaan antara kedua tipe ini.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Di provinsi Meesian ini banyak tambang Magic Stone tipe api, jadi banyak beredar Magic Liquid tipe api dipasaran… selain tipe api mungkin yang paling banyak di Provinsi Meesian ini mungkin magic Liquid tipe suara…”

Suara…. Memangnya apa gunanya?

Apa itu utnuk memberikan sinyal-sinyal tertentu di medan prang?? Atau untuk suara-suara menderu untuk menghancurkan pendengaran orang?? Kalau memang begitu, bahaya juga kita yang menjadi korbannya.

“Apa kamu tidak memberitahukan manteranya??”

Karena kami berdua asyik mengobrol, kami jadi sedikti melupakan keberadaan Charlotte.

“Maaf, saya akan mengajarimu sekarang…”

Rietz buru-buru mengajarkan mantra itu kepadanya.

“Kali ini kita akan mencoba menggunakan sihir Fire Bullet… Manteranya adalah [Wahai Peluru Api, Bakar habis musuhku]”

Itu adalah sihir yang pernah aku gunakan. Sebuah peluru api akan melesat lurus kedepan dan meledak ketika menabrak sesuatu. Skala ledakannya sangat kecil.

Mungkin itu disebabkan oleh bakat ku yang tendah jadi peluru yang akuluncurkan sangat kecil. Mungkin akan lebih besar jika orang berbakat yang melakukannya.

“Saat kamu melapalkan sihir, kamu harus meletakan telapak tanganmu kedepan, jika tiidak, sihirnya tidak akan aktif…”

“Kanan?? Kiri??”

“Mugkin lebih baik menggunakan tangan dominan mu….”

“Kalau begitu kiri…”

Sepertinya Charlotte adalah orang yang kidal. Rietz pun membertiahukan untuk menembakan sihir Fire Bullet kearah salah satu pohon yang tumbuh dekat dataran ini.

Jangan lupa untuk komen ya…

Charlotte pun mengarahkan tangan kirinya kearah pohon terdekat.

“[Wahai Peluru Api, Bakar habis musuhku]”

Dia pun melapalkan mantera. Seketika Katalisator itu memancarkan cahaya. Hampir bersamaan dengan itu muncul peluru api melesat dari tangan Charlotte.

Peluru itu melesat dengan kecepatan yang luar biasa dan menabar pohon. Suara yang luar biasa kencang bergema di sekitar pohon itu dan ledakan besar pun terjadi.

Pohon itu pun menghilang tanpa jejak. Menyisakan sebuah kawah besar di tempat terjadinya ledakan. Aku dan Rietz hanya bisa terpaku menatap kejadian ini.

Dulu waktu aku menggunakan nya daya ledaknya hanya seperti sebuah petasan kecil. Aku benar-benar terkejut mengetahui kenyataan dengan adanya perbedaan bakat penggunanya akan sampai sejauh ini perbedaan hasilnya.

“…. Apa ini cukup hebat???”

“Ini bukan cuma hebat… Aku sudah berkali-kali bertemu pasukan sihir, namun aku baru pertama kali melihat ada ledakan Fire Bullet sebesar ini…. Apa benar kamu baru pertama kali menggunakannya???”

Charlotte mengangguk.

“Tidak diragukan lagi…. Gadis ini adalah jenius dalam sihir…”

Tanpa harus Rietz mengatakan itu, siapapun yang melihat ledakan tadi pasti akan berpikir demikian.

“Tapi… kemampuan Ars-sama untuk bisa menemukan bakat seseorang benar-benar luar biasa… saya benar-benar terkesan…”

Rietz mengatakan itu sambil menatapku dengan penuh kekekaguman. Persis seperti apa yang ada di statusnya, Charlotte memanglah penyihir yang mengerikan. Jika sampai melihat kekuatan ini, ayah pasti akan menerimanya. Setelah yakin bahwa gadis ini akan menjadi bawahan ku, kami pun kembali ke rumah.

Terimakasih telah mampir…

Anda telah membaca Tensei Kizoku, Kantei Skill de Nariagaru Chapter Chapter 12. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

4 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 12”

  1. Bahamut says:

    Up min, saranku balik ke style yang lama aja min, gak enak aja bacanya di tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *