Chapter 13 ~ Mempertunjukkan Bakat

Anda sedang membaca Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 13 di Kurozuku.

30 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Pada awalnya kami berencana untuk tinggal dua hari,namun karena kami menemukan SDM unggul lebih awal, maka saat ini kamu memutuskan untuk langsung pulang ke Mansion. Kami mengendarai satu kuda dengan tiga orang sekaligus. Karena aku masuh masih kecill dan Charlotte juga tidak terlalu mahir, jadi kami menaiki kuda ini bertiga. Namun tentu saja dengan dinaii oleh tiga orang sekaligus, kuda ini tidak bisa berlari dengan kecepatan penuhnya, jadi kecepatan kami pun tidak terlalu cepat.

“Aku tidak menyangka bahwa aku punya bakat seperti itu…. Katanya surga tidak akan memebrikan dua berkah sekaligus, tapi ternyata aku punya ya….”

Tiba-tiba Charlotte bergumam seperti itu.

“Memangnya apa berkah yang satu lagi??”

“Wajah cantikku…”

“…… Jadi begitu ya”

Nampaknmya gadis ini memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi tentang kecantikannya. Memang sih tidak salah, jadi aku tidak berkomentar apapun.

“Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kamu tahu aku punya bakat da;am sihir??”

“Aku punya kemampuan untuk melihat bakat yang dimiliki dalam sekali lihat…”

“He~~”

Entah dia mennjawab dengan kagum atau tidak, aku tidak tahu. Charlotte memiliki kepribadian yang sedikit sulit ditebak, aku belum tahu dia orang yang seperti apa. Ayah pernah mengatakan kepadaku agar jangan cuma melihat bakan orang, tapi aku harus bisa menangani orang itu dengan baik. Untuk itu aku harus bisa memahami kepribadian setiap bawahanku dengan baik. Aku pun memutuskan untuk bertanya kepada Charlotte kenapa ia bisa menjadi budak.

“Kenapa Charlotte bisa menjadi budak?”

“Soal itu… kalau kau mendengarnya kau akan mencucurkan air mataa….”

Karena dia telah menjuadi budak, sepertinya dia memilliki masa lalu yang cukup kelam. Kupikir dia sulit untuk menceritakannya jadi dia memilih diam, Namun ternyata dia mulai bercerita.

“Aku lahir dan tumbuh disebuah daerah kumuh…. Dan aku tidak tahu wajah kedua orang tuaku….”

Tiba-tiba muncul cerita yang berat. ――Apa itu artinya dia mengalami masa kecil yang berat, lalu kemudian di jual sebagai budak?

“Aku setiap hari mengalami hari yang mengerikan di daerah kumuh itu….. bukan begitu ceritanya…. Karena akulah yang memimpin bocah-bocah di daerah jumuh itu….”

Benar-benar berbeda, Ternyata dia pemimpinnya ya…. Ya memang sih waktu kecil tidak ada bedanya antara perempuan dan laki-laki. Apalagi poin Leadershipnya tinggi, sudah sewajarnya dia jadi pemimpin.

“Walikota di kota kumuh itu benar-benar orang jahat… dia memungut pajak yang tinggi, dan hidup dengan boros… benar-benar orang yang menyebalikan… karena kami kelaparan dan kekurangan sumbermakanan sampai ada yang mati kelaparan, jadi aku masuk ke mansionnya dan mencuri makanan… Namun aku kjetahuan, dan ditangkap…. Biasanya dalam kasus seperti ini akan langsung di eksekusi mati, namun karena wajahku cantik, aku dijual sebagau budak de4ngan harga tinggi….”

Aku tidak menyangka ini ternyata salah dirinya sendiri. Meskipun memang tidak dapat dihindari jika memang walikotanya itu sejahat itu sampai membuat warganya mati kelaparan.

“Bagaimana? Bikin sedih kan??”

“Tidak, aku tidak menangis… kamu juga katanya cerita sedih tapi kamu malah tidak menangis sama-sakali….”

“Iya juga ya…”

Bahkan setelah mendapat komplain dia masih tetap penuh semangat. Setelah mencoba berbicara dengannya namun tetap saja dia sulit ditebak. Memang aku tahu bagaimana ceritanya bisa menjadi budak, namun aku sama sekali tidak bisa memahami kepribadiannya ini. Setelah beberapa jam kami berada diatas kuda, kami pun sampai di mansion.

Kami tiba dimansion pada malam hari. Aku pun bergegas menemui ayah untuk memiintanya menjadikan Charlotte sebagai bawahan keluarga kita.

“Tidak boleh!”

Sesuai dugaan, jawaban seperti itu yang kudapatkan.

“Apa maksudmu meminta seorang wanita menjadi pasukan sihir?? Wanita itu seharusnya dilindungi oleh pria bukannya ikut dalam pertempuran….”

“Aku tahu ayah akan berkata begitu… tapi bakat sihirnya itu benar-benar luar biasa….”

Ayahku menatapku dengan tatapan tegasnya.

“Raven-sama, apa yang dikatakan oleh Ars-sama itu benar…. Charlotte Wraith itu memiliki kemampun yang cocok sebagai penyihir di garis depan….”

Rietz membelaku. Karena keingginan kami sudah bulat, Ayah pun akhirnya menerima.

“Baiklah… perlihatkan kekuatannya padaku….. Jika memang seperti apa katamu, dia memiliki bakat yang luar biasa, aku akan mengizinkannya menjadi prajurit sihir….”

Setelah itu kami melakukan pengetesan lagi, Karena sihir Charlotte sangat berbahaya jika digunakan di area latihan, jadi kami mencari ruang terbuka yang cukup luas. Tempat yang kami datangin ini awalnya adalah sebuah ladang, namun karena tidak digunakan sampai saat ini, ada banyak gulma tumbuh dimana-mana. Aku meletakan sebuah kotak kayu sebagai pengganti target serangan.

Entah darimana informasi ini bocor, nampaknya para prajurit berkumpul karena mendengar adanya ujuan untuk Charlotte ini.

“Wanita menjadi penyihir?”

“Sepertinya itu adalah permintaan tuan muda…”

“ada apa ini?”

“Apa wanita bisa menggunakan sihir?”

“Karena wajahnya cantik, kurasa akan dijadikan calon pengantin tuan muda….”

“Jangan bodoh… tuan muda itu masih umur empat tahun…”

Aku mendengar mereka berkomntar berbagai hal. Aku tidak terlalu memperdulikan ocehan mereka karena mereka pasti akan langsung terdiam setelah mengetahui kemampuan Charlotte.

“Ayo mulai”

Dengan aba-aba dari ayahku, Charlotte mulai bersiap untuk menggunakan sihir. Karena pengaturannya mudah, sekali melihat saja dia sudah bisa melakukannya sendiri. Kemudian ia mengarahkan telapak tanganya kearah kotak kayu itu dan mulai melapalkan mantera. Lalu ia menembakan Fire Bullet.

Peluru api melesat dengan cepat menuju ke arah kotak dan mengenainya. Ledakan itu sedikit lebih besar dari ketika pertama kali dia menggunakan sihir. Nampaknya baru sekali menggunakan sihir saja kemampuannya sudah berkembang cukup besar. Aku benar-benar takut akan seperti apa jadinya dia saat sudah serius berlatih.

Para prajurit yang datang menonton pun terpana menyaksikan kejadian ini. Mata mereka terbelala dan kerintgat bercucuran dari pipi mereka. Bahkan ayahku yang sangat jarang terkejut ini pun tak mampu berkata apa-apa.
Selama beberapa saat keheningan memenuhi tempat ini. Dan kemudian….

“…Baiklah…. Mari kita gunakan dia menjadi pasukan penyihir….”
Meskipun masih terkejut,m ayahku mengatakan itu padaku.

Terimakasih telah mampir…

 

Selamat Membaca….

Pada awalnya kami berencana untuk tinggal dua hari,namun karena kami menemukan SDM unggul lebih awal, maka saat ini kamu memutuskan untuk langsung pulang ke Mansion. Kami mengendarai satu kuda dengan tiga orang sekaligus. Karena aku masuh masih kecill dan Charlotte juga tidak terlalu mahir, jadi kami menaiki kuda ini bertiga. Namun tentu saja dengan dinaii oleh tiga orang sekaligus, kuda ini tidak bisa berlari dengan kecepatan penuhnya, jadi kecepatan kami pun tidak terlalu cepat.

“Aku tidak menyangka bahwa aku punya bakat seperti itu…. Katanya surga tidak akan memebrikan dua berkah sekaligus, tapi ternyata aku punya ya….”

Tiba-tiba Charlotte bergumam seperti itu.

“Memangnya apa berkah yang satu lagi??”

“Wajah cantikku…”

“…… Jadi begitu ya”

Nampaknmya gadis ini memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi tentang kecantikannya. Memang sih tidak salah, jadi aku tidak berkomentar apapun.

“Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kamu tahu aku punya bakat da;am sihir??”

“Aku punya kemampuan untuk melihat bakat yang dimiliki dalam sekali lihat…”

“He~~”

Entah dia mennjawab dengan kagum atau tidak, aku tidak tahu. Charlotte memiliki kepribadian yang sedikit sulit ditebak, aku belum tahu dia orang yang seperti apa. Ayah pernah mengatakan kepadaku agar jangan cuma melihat bakan orang, tapi aku harus bisa menangani orang itu dengan baik. Untuk itu aku harus bisa memahami kepribadian setiap bawahanku dengan baik. Aku pun memutuskan untuk bertanya kepada Charlotte kenapa ia bisa menjadi budak.

“Kenapa Charlotte bisa menjadi budak?”

“Soal itu… kalau kau mendengarnya kau akan mencucurkan air mataa….”

Karena dia telah menjuadi budak, sepertinya dia memilliki masa lalu yang cukup kelam. Kupikir dia sulit untuk menceritakannya jadi dia memilih diam, Namun ternyata dia mulai bercerita.

“Aku lahir dan tumbuh disebuah daerah kumuh…. Dan aku tidak tahu wajah kedua orang tuaku….”

Tiba-tiba muncul cerita yang berat. ――Apa itu artinya dia mengalami masa kecil yang berat, lalu kemudian di jual sebagai budak?

“Aku setiap hari mengalami hari yang mengerikan di daerah kumuh itu….. bukan begitu ceritanya…. Karena akulah yang memimpin bocah-bocah di daerah jumuh itu….”

Benar-benar berbeda, Ternyata dia pemimpinnya ya…. Ya memang sih waktu kecil tidak ada bedanya antara perempuan dan laki-laki. Apalagi poin Leadershipnya tinggi, sudah sewajarnya dia jadi pemimpin.

“Walikota di kota kumuh itu benar-benar orang jahat… dia memungut pajak yang tinggi, dan hidup dengan boros… benar-benar orang yang menyebalikan… karena kami kelaparan dan kekurangan sumbermakanan sampai ada yang mati kelaparan, jadi aku masuk ke mansionnya dan mencuri makanan… Namun aku kjetahuan, dan ditangkap…. Biasanya dalam kasus seperti ini akan langsung di eksekusi mati, namun karena wajahku cantik, aku dijual sebagau budak de4ngan harga tinggi….”

Aku tidak menyangka ini ternyata salah dirinya sendiri. Meskipun memang tidak dapat dihindari jika memang walikotanya itu sejahat itu sampai membuat warganya mati kelaparan.

“Bagaimana? Bikin sedih kan??”

“Tidak, aku tidak menangis… kamu juga katanya cerita sedih tapi kamu malah tidak menangis sama-sakali….”

“Iya juga ya…”

Bahkan setelah mendapat komplain dia masih tetap penuh semangat. Setelah mencoba berbicara dengannya namun tetap saja dia sulit ditebak. Memang aku tahu bagaimana ceritanya bisa menjadi budak, namun aku sama sekali tidak bisa memahami kepribadiannya ini. Setelah beberapa jam kami berada diatas kuda, kami pun sampai di mansion.

Kami tiba dimansion pada malam hari. Aku pun bergegas menemui ayah untuk memiintanya menjadikan Charlotte sebagai bawahan keluarga kita.

“Tidak boleh!”

Sesuai dugaan, jawaban seperti itu yang kudapatkan.

“Apa maksudmu meminta seorang wanita menjadi pasukan sihir?? Wanita itu seharusnya dilindungi oleh pria bukannya ikut dalam pertempuran….”

“Aku tahu ayah akan berkata begitu… tapi bakat sihirnya itu benar-benar luar biasa….”

Ayahku menatapku dengan tatapan tegasnya.

“Raven-sama, apa yang dikatakan oleh Ars-sama itu benar…. Charlotte Wraith itu memiliki kemampun yang cocok sebagai penyihir di garis depan….”

Rietz membelaku. Karena keingginan kami sudah bulat, Ayah pun akhirnya menerima.

“Baiklah… perlihatkan kekuatannya padaku….. Jika memang seperti apa katamu, dia memiliki bakat yang luar biasa, aku akan mengizinkannya menjadi prajurit sihir….”

Setelah itu kami melakukan pengetesan lagi, Karena sihir Charlotte sangat berbahaya jika digunakan di area latihan, jadi kami mencari ruang terbuka yang cukup luas. Tempat yang kami datangin ini awalnya adalah sebuah ladang, namun karena tidak digunakan sampai saat ini, ada banyak gulma tumbuh dimana-mana. Aku meletakan sebuah kotak kayu sebagai pengganti target serangan.

Entah darimana informasi ini bocor, nampaknya para prajurit berkumpul karena mendengar adanya ujuan untuk Charlotte ini.

“Wanita menjadi penyihir?”

“Sepertinya itu adalah permintaan tuan muda…”

“ada apa ini?”

“Apa wanita bisa menggunakan sihir?”

“Karena wajahnya cantik, kurasa akan dijadikan calon pengantin tuan muda….”

“Jangan bodoh… tuan muda itu masih umur empat tahun…”

Aku mendengar mereka berkomntar berbagai hal. Aku tidak terlalu memperdulikan ocehan mereka karena mereka pasti akan langsung terdiam setelah mengetahui kemampuan Charlotte.

“Ayo mulai”

Dengan aba-aba dari ayahku, Charlotte mulai bersiap untuk menggunakan sihir. Karena pengaturannya mudah, sekali melihat saja dia sudah bisa melakukannya sendiri. Kemudian ia mengarahkan telapak tanganya kearah kotak kayu itu dan mulai melapalkan mantera. Lalu ia menembakan Fire Bullet.

Peluru api melesat dengan cepat menuju ke arah kotak dan mengenainya. Ledakan itu sedikit lebih besar dari ketika pertama kali dia menggunakan sihir. Nampaknya baru sekali menggunakan sihir saja kemampuannya sudah berkembang cukup besar. Aku benar-benar takut akan seperti apa jadinya dia saat sudah serius berlatih.

Para prajurit yang datang menonton pun terpana menyaksikan kejadian ini. Mata mereka terbelala dan kerintgat bercucuran dari pipi mereka. Bahkan ayahku yang sangat jarang terkejut ini pun tak mampu berkata apa-apa.
Selama beberapa saat keheningan memenuhi tempat ini. Dan kemudian….

“…Baiklah…. Mari kita gunakan dia menjadi pasukan penyihir….”
Meskipun masih terkejut,m ayahku mengatakan itu padaku.

Terimakasih telah mampir…

 

Comments

2 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 13”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *