Chapter 16 ~ Mendapatkan Izin

Anda sedang membaca Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 16 di Kurozuku.

4 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca….

Pokoknya poin Srategy nya sangat lah mengerikan. Jika dia sampai memiliki poin 109 pasti tidak banyak di kerajaan Samaforce ini yang bisa melampauinya.

Selain itu dia dianugerahi dengan poin politics yang cukup luar biasa. Yang rendah hanyalah poin militarynya. Dia pasti tidak cocok dalam pertarungan.

Saat ini munkin karena dia masih berusia lima tahun semua poin nya saat ini rendah, namun jika kita membesarkannya dengan baik dia pasti akan menjadi bawahan yang luar biasa. Aku kedua kakaknya itu sudah cukup baik, tapi ternyata aku bertemu dengan sosok semacam Rossel. Adalah sebuah berkah keluarga Rossel pindah ke desa ini.

“Ars-sama, apa anda penasaran dengan anak itu??”

Saat aku sedang terdiam menatap Rossel, tiba-tiba Rietz berbicara padaku.

“Ya…. Anak ini memiliki potensi kecerdasan yang sangat luar biasa… Mungkin dia bisa tumbuh menjadi seorang ahli strategi yang hebat….”

“Ahli Strategi ya… Jika Ars-sama bilang begitu, maka pasti itu benar….”

“Itu masih sekedar potensi saja… Aku ingin dia menerima pendidikan dan pelatihan yang pantas….”

“Kalau begitu bagaimana jika ikut belajar bersama Ars-sama?? Jika dia benar-benar anak yang cerdas maka saya mungkin layak untuk mengajarnya…”

Belajar bersama ku ya…. Kurasa itu bagus juga. Metode pembelajaran Rietz itu sangatlah bagus, dan pasti pengetahuannya akan meningkat pesat. Pertanyaannya adalah apa aku bisa mendapatkan persetujuan dari dirinya serta izin dari ayahnya.

Sejak tadi Rossel terdiam dan gemetar menatapku. Dan terlihat air mata di ujung matanya. Sepertinya dia takut dengan ku dan Rietz. Sepertinya aku belum melakukan apapun, aku tidak mengerti kenapa dia setakut itu. Baik penampilanku ataupun Rietz sama-sama tidak terlihat menakutkan. Mungkin wajar jika dia menangis ketika melihat wajah ayahku.

“Oh! Rossel!”

Greg sang ayah menghampiri dan berteriak pada Rossel.

“Apa kamu sudah menyapa Ars-sama??”

Rossel menggelengkan kepalanya.

“Kau harus menyapanya!! Beliau ini anak penguasa disini!!  Benar-benar anak yang bisa bergaul…”

Jadi dia orangnya sulit bergaul ya?? Kalau dia sampai setakut itu padaku sepertinya parah sekali ya… Namun Rossel memiliki poin politics yang tinggi. Kurasa akan sulit dia berpolitik jika dia tidak bisa bergaul dengan orang. Mungkin pelatihan nanti akan menyembuhkan kepribadiannya ini perlahan-lahan.

Kebetulan Greg ada disini, jadi mari kita bicarakan soal mengajak Rossel belajar.

“Greg dan Rossel… Ada yang ingin aku bicarakan, apa kalian punya waktu sebentar??”

“Hmm? Apa masih ada yang ingin anda biacarakan?? Dan juga bukan hanya dengan ku tapi juga dengan Rossel???”

“Ketika aku melihat Rossel ini, aku merasa dia memiliki bakat untuk menjadi ahli strategi dimasa depan…  Tentu saja karena sekarang dia masih anak-anak, jadi kemampuannya masih rendah, karena itu aku ingin dia mendapatkan pendidikan yang layak…”

“Ro, Rosel ini mnjadi ahli Strategi??? Si tukang ngompol ini?? Yang benar saja….”

“Mengompol itu adalah hal yang biasa bagi anak-anak… Bukanlah hal yang memalukan….”

“Tapi anak ini benar-benar tidak bisa apa-apa…. Dia tidak bisa bergaul dengan orang, tubuhnya kurus dan lemah… benar-benar tidak terlihat berkembang….. Tidak seperti kedua kakaknya yang bahkan lebih dapat diandalkan ketika mereka berusia lima tahun….”

Sepertinya nilai Rossel dimata Greg lebih rendah dari apa yang kubayangkan. Mungkin karena dia lebih mengakui kekuatan fisikketimbang kecerdasan otak.

Bahkan pada saat ini dia sudah pasti cukup cerdas. Jika saja dia dilahirkan di keluarga yang lebih mampu mungkin dia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan benar-benar diperlakukan seperti anak jenius. Namun karena dia terlahir di keluarga pemburu, dia tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar.

Faktanya adalah kedua kakak nya memang sangat bagus dalam poin Military, dan mungkin ini juga yang menyebabkan rendahnya penilaian dirinya kepada Rossel. Mungkin memang Rossel tertinggal jauh jika membandingkan merea hanya dari poin Military. Namun sebaliknya, jika dibandingkan dari keseluruhan poin. Rossel jauh lebih baik ketimbang mereka.

Mungkin akan sulit untuk membuat Greg mengetahui kemampuan Rossel saat ini. Kurasa tidak ada pilihan lain selain memohon padanya.

“Pada kenyataannya memang tidak salah lagi Rossel ini memiliki bakat…. Jika anda mengizinkannya belajar bersama ku tidak diragukan lagi dia akan bisa menjadi ahli strategi yang hebat dimasa depan…. Apa anda bisa mengizinkannya belajar di rumahku??”

“Yah… jika Ars-sama bilang begitu, maka aku tidak punya alasan untuk menolaknya…. Rossel, Mau kan??”

Rossel hanya mengangguk dalam diam ketika Greg bertanya. Labih seperti dia mengikuti begitu saja keputusan orang tuanya ketimbang memilih jalannya sendiri. Kalau bisa aku ingin dia memutuskannya atas keinginannya sendiri, namun dia hanyalah anak berusia lima tahun, yang memang pada normalnya akan menurut saja dengan apa yang dikatakan orang tuanya.

“Terima kasih…. Kalau begitu mulai besok, Gatos dan Marks akan mengikuti latihan bersama para pasukan, sedangkan Rossel datang kemansion ku…. Itu saja.”

“Baiklah…”

Kurasa dia akan kebingungan jika langsung memulainya, jadi aku memutuskan untuk memulainya besok. Setelah mendengar jawaban dari Greg, aku pun meninggalkan rumah itu dan kembali ke mansion dengan penuh semangat menanti hari esok.

Terimakasih telah mampir…

Selamat Membaca….

Pokoknya poin Srategy nya sangat lah mengerikan. Jika dia sampai memiliki poin 109 pasti tidak banyak di kerajaan Samaforce ini yang bisa melampauinya.

Selain itu dia dianugerahi dengan poin politics yang cukup luar biasa. Yang rendah hanyalah poin militarynya. Dia pasti tidak cocok dalam pertarungan.

Saat ini munkin karena dia masih berusia lima tahun semua poin nya saat ini rendah, namun jika kita membesarkannya dengan baik dia pasti akan menjadi bawahan yang luar biasa. Aku kedua kakaknya itu sudah cukup baik, tapi ternyata aku bertemu dengan sosok semacam Rossel. Adalah sebuah berkah keluarga Rossel pindah ke desa ini.

“Ars-sama, apa anda penasaran dengan anak itu??”

Saat aku sedang terdiam menatap Rossel, tiba-tiba Rietz berbicara padaku.

“Ya…. Anak ini memiliki potensi kecerdasan yang sangat luar biasa… Mungkin dia bisa tumbuh menjadi seorang ahli strategi yang hebat….”

“Ahli Strategi ya… Jika Ars-sama bilang begitu, maka pasti itu benar….”

“Itu masih sekedar potensi saja… Aku ingin dia menerima pendidikan dan pelatihan yang pantas….”

“Kalau begitu bagaimana jika ikut belajar bersama Ars-sama?? Jika dia benar-benar anak yang cerdas maka saya mungkin layak untuk mengajarnya…”

Belajar bersama ku ya…. Kurasa itu bagus juga. Metode pembelajaran Rietz itu sangatlah bagus, dan pasti pengetahuannya akan meningkat pesat. Pertanyaannya adalah apa aku bisa mendapatkan persetujuan dari dirinya serta izin dari ayahnya.

Sejak tadi Rossel terdiam dan gemetar menatapku. Dan terlihat air mata di ujung matanya. Sepertinya dia takut dengan ku dan Rietz. Sepertinya aku belum melakukan apapun, aku tidak mengerti kenapa dia setakut itu. Baik penampilanku ataupun Rietz sama-sama tidak terlihat menakutkan. Mungkin wajar jika dia menangis ketika melihat wajah ayahku.

“Oh! Rossel!”

Greg sang ayah menghampiri dan berteriak pada Rossel.

“Apa kamu sudah menyapa Ars-sama??”

Rossel menggelengkan kepalanya.

“Kau harus menyapanya!! Beliau ini anak penguasa disini!!  Benar-benar anak yang bisa bergaul…”

Jadi dia orangnya sulit bergaul ya?? Kalau dia sampai setakut itu padaku sepertinya parah sekali ya… Namun Rossel memiliki poin politics yang tinggi. Kurasa akan sulit dia berpolitik jika dia tidak bisa bergaul dengan orang. Mungkin pelatihan nanti akan menyembuhkan kepribadiannya ini perlahan-lahan.

Kebetulan Greg ada disini, jadi mari kita bicarakan soal mengajak Rossel belajar.

“Greg dan Rossel… Ada yang ingin aku bicarakan, apa kalian punya waktu sebentar??”

“Hmm? Apa masih ada yang ingin anda biacarakan?? Dan juga bukan hanya dengan ku tapi juga dengan Rossel???”

“Ketika aku melihat Rossel ini, aku merasa dia memiliki bakat untuk menjadi ahli strategi dimasa depan…  Tentu saja karena sekarang dia masih anak-anak, jadi kemampuannya masih rendah, karena itu aku ingin dia mendapatkan pendidikan yang layak…”

“Ro, Rosel ini mnjadi ahli Strategi??? Si tukang ngompol ini?? Yang benar saja….”

“Mengompol itu adalah hal yang biasa bagi anak-anak… Bukanlah hal yang memalukan….”

“Tapi anak ini benar-benar tidak bisa apa-apa…. Dia tidak bisa bergaul dengan orang, tubuhnya kurus dan lemah… benar-benar tidak terlihat berkembang….. Tidak seperti kedua kakaknya yang bahkan lebih dapat diandalkan ketika mereka berusia lima tahun….”

Sepertinya nilai Rossel dimata Greg lebih rendah dari apa yang kubayangkan. Mungkin karena dia lebih mengakui kekuatan fisikketimbang kecerdasan otak.

Bahkan pada saat ini dia sudah pasti cukup cerdas. Jika saja dia dilahirkan di keluarga yang lebih mampu mungkin dia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan benar-benar diperlakukan seperti anak jenius. Namun karena dia terlahir di keluarga pemburu, dia tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar.

Faktanya adalah kedua kakak nya memang sangat bagus dalam poin Military, dan mungkin ini juga yang menyebabkan rendahnya penilaian dirinya kepada Rossel. Mungkin memang Rossel tertinggal jauh jika membandingkan merea hanya dari poin Military. Namun sebaliknya, jika dibandingkan dari keseluruhan poin. Rossel jauh lebih baik ketimbang mereka.

Mungkin akan sulit untuk membuat Greg mengetahui kemampuan Rossel saat ini. Kurasa tidak ada pilihan lain selain memohon padanya.

“Pada kenyataannya memang tidak salah lagi Rossel ini memiliki bakat…. Jika anda mengizinkannya belajar bersama ku tidak diragukan lagi dia akan bisa menjadi ahli strategi yang hebat dimasa depan…. Apa anda bisa mengizinkannya belajar di rumahku??”

“Yah… jika Ars-sama bilang begitu, maka aku tidak punya alasan untuk menolaknya…. Rossel, Mau kan??”

Rossel hanya mengangguk dalam diam ketika Greg bertanya. Labih seperti dia mengikuti begitu saja keputusan orang tuanya ketimbang memilih jalannya sendiri. Kalau bisa aku ingin dia memutuskannya atas keinginannya sendiri, namun dia hanyalah anak berusia lima tahun, yang memang pada normalnya akan menurut saja dengan apa yang dikatakan orang tuanya.

“Terima kasih…. Kalau begitu mulai besok, Gatos dan Marks akan mengikuti latihan bersama para pasukan, sedangkan Rossel datang kemansion ku…. Itu saja.”

“Baiklah…”

Kurasa dia akan kebingungan jika langsung memulainya, jadi aku memutuskan untuk memulainya besok. Setelah mendengar jawaban dari Greg, aku pun meninggalkan rumah itu dan kembali ke mansion dengan penuh semangat menanti hari esok.

Terimakasih telah mampir…

Comments

3 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 16”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *