Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 9
~Belajar~

Dari 1, Langsung ke Chapter 9
Selamat Membaca….

Beberapa bulan telah berlalu sejak saat itu. Reitz sudah mencetak beberapa prestasi di dalam pertempurann. Terlebih kecerdasan otaknya mulai menarik perhatian.

Ayah yang sudah berkali-kali bertarung bersama Reitz mulai memuju kecerdasannya. Pernah sebagai percobaan dia diminta untuk membaca buku, dan dalam waktu singkat dia sudah menguasai isi buku tersebut. Dan tentunya ini membuat ayahku berdecak kagum.

Sejak saat itu ia menerima pendidikan lanjutan dan semakin membuatnya tidak pantas disebut sebagai tentara bayaran. Karena menerima pendidikan ini, poin wisdom nya pun sudah meningkat drastis dan saat ini menjadi 89. Hanya tinggal sedikit lagi untuk mencapai 90.

Saat ini Rietz tidak akan ikut bertempur, dan ayah memberikannya sebuah tugas baru.

“Baik, Ars-sama mari kita mulai belajar lagi hari ini…”

Tugas itu adalah menjadi seorang pendidik bagiku. Saat ini Rietz telah memiliki pengetahuan tertinggi di keluarga Louvent ini. Jika mengingat ini baru beberapa bulan sejak pertama kali dia belajar, maka ini sungguh kemajuan yang sangat luar biasa.

Sebagai anak pertama, pendidikan yang diberikan kepadaku sangatlah ketat guna mempersiapkan diriku sebagai penerus keluarga yang berpengetahuan dan terampil. Karena itu tugas mendidik ini diberikan kepada Rietz.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku terlalu berfokus pada pencarian sumber daya manusia sehingga mengabaikan untuk menggali pengetahuan di dunia ini. Karena itu ketika Rietz ditugaskan menjadi pengajar ku, aku pun dengan senang hati menerimannya.

Rietz memegang buku ditangannya dan menghadap kearahku.

“Hari ini mari kita membahas tentang keadaan terkini Kekaisaran Somerforce…”

Bersamaan dengan itu Rietz mulai membuka lembaran buku itu dan menunjukannya kepadaku. Di buku itu tergambar benua Somerforce, tempat kekaisaran Somerforce berada. Gambar dipeta itu terlihat relatif kasar. Sepertinya teknik perpetaan di dunia ini masih belum terlalu tinggi.

“Etto…. Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang pada awalnya Di benua Somerforce ini ada tujuh negeri… dan ketujuh negeri ini bergabung dan menjadi Kekaisaran Somerforce kan….”

“Ya….”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Pada adawalnya di benua Somerforce ini terdapat tujuh negeri. Diantaranya,

Kerajaan Rawfille, di sebelah timur laut.
Kerajaan Caneship di sebelah barat laut.
Kerajaan Ansel di sebelah timur.
Kerajaan Shoots berada di sebelah barat.
Kerajaan Paradile di pusat benua.
Kerajaan Sights di sebelah barat daya.
Kerajaan Meesian di sebelah tenggara.

Kerajaan Ansel memiliki selat dan sering melakukan transaksi dengan negara diluar benua Somerforce. Dan bersamaan dengan itu, kerajaan ini mengumpulkan kekuatan dan akhirnya menyerang kerajaan-kerajaan lain.

Setelah menginvasi semua kerajaan yang ada di benua ini, Anazas Bydras, Raja Ansel, mendeklarasikan diri sebagai Kaisar dan memimpin Kekaisaran Somerforce. Namun nama-nama negara ini masih ada dan menjadi nama regional.

Misalnya saja , Kerajaan Rawfille menjadi disebut provinsi Rawfille dan Kerajaan Caneship menjadi Provinsi Caneship. Setiap wilayah itu di pimpin oleh seorang gubernur. Para keturunan raja itu menyerah kepada Kerajaan Ansel, dan terbebas dari eksekusi dan dijadikan gubernur di daerah itu.

Wilayah Lamberk kami ini ada di wilayah Meesian.

Meesian ini memiliki empat musim, dan banyak memiliki lahan datar. Itu semua faktor yang membuat wilayah ini memiliki banyak variasi makanan dan jumlah populasi yang cukup besar.

“Sudah 230 tahun sejak berdirinua Kekaisaran Somerforce… Saat ini Kekaisaran Somerforce ini berada dalam keadaan genting…. Masing-masing gubernur dari setiap daerah berhenti mematuhi perintah Kekaisaran, dan perlahan-lahan menjadi wilayah yang mandiri… Meskipun begitu, pengaruh keluarga kaisar Bydras ini tidaklah rendah…. Dan wilayah kekuasaan nya ini luas… Jika saja ada orang yang berbakat menegambil komando ini, mungkin mereka dapat dengan mudah membalikan keadaan…”

“Apa kepala keluarga Bydras ini orang yang berbakat?”

“Kepala keluarga saat ini, Baydras XII, hanyalah anak kecil berusia delapan tahun…. Sepertinya pemerintahan sedang di kendalikan oleh bawahannya… Saya tidak terlalu mengerti rinciannyam namun sepertinya saat ini pemerintahan itu bukan dikomandoi oleh satu orang berbakat, melainkan oleh berbagai fraksi yang saling beradu kekuatan…. Dan saya rasa ini tidak akan berlanjut dengan baik kedepannya….”

Dimasa sulit seperti ini mereka masih sempat berkonfflik internal ya… Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi keluarga Kekaisaran.

Semoga bisa terus ramai….

“Yah… bukan hanya Keluarga kaisar Bydras saja yang memiliki konliiik… namun di wilayah Meesian ini juga dalam waktu dekat ini mungkin akan terjadi perebutan penerus….”

“Bagaimana maksudnya?”

“Gubernur Meesien saat ini, Amador Salemakia , sudah terlalu tua…. Meskipun saya tidak mendengar adanya berita penyakit, namun diperkirakan beliau akan meninggal dalam waktu kurang-lebih 10 tahun lagi…. Amador-sama memliki dua orang anak… biasanya sudah wajar jika anak pertama yang mewariskan jabatannya, namun adiknya ini nampak lebih berbakat dan membuat mereka bingung mana yang lebih baik untuk menjadi penerus….. Jika sampai beliau meninggal sebelum menentukan penerusnya ini, maka besar kemungkinan akan terjadi perebutan kekuasaan…. Namun walaupun jika ditentukan sebelum beliau meninggal, kemungkinan terjadinya perang pun tidak kecil… Sepertinya kedua bersaudara ini sama-sama memiliki ambisi sebagai penerus keluarga…”

Konflik perebutan tahta ya….

Jika salah bertindak sedikit saja bisa menjadi perang besar ya….

Nampaknya memang sudah sering terjadi peperangan kecil, namun sepertinya semenjak aku terlahir, aku belum pernah mendengar ada perang besar.

Jika nanti sampai terjadi perang demi memperebutkan tahta, maka pihak yang kalah mungkin akan kehilangan daerah kekuasaan mereka. Sebaliknya, bagi yang menang dalam peperangan ini wilayahnya akan bertambah seirig kontribusi mereka dalam perang tersebut.

Jika terjadi peperangan nanti, ayah pasti juga akan terlibat, dan biar ayah yang menentukan kemana harus memihak.

Kira-kira apa yang akan dia lakukan ya??

“Kira-kira ayahku condong kearah mana??”

“Raven-sama beranggapan bahwa sepantasnya adalah sang kakak yang mengambil posisi itu, namun bukan lah Raven-sama yang menentukan akan kemana beliau memihak….”

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Sepertinya itu ada benarnya. Karena Ayah bukanlah bawahan langsung Gubernur Meesian. Setiap Provinsi ini pada biasanya terbagi kedalam lebih dari 20 distrik. Dan distrik ini dipimpin oleh kepala Distrik. Daerah Lamberk ini terletak di Distrik Canalle dan ayahku merupakan bawahan dari kepala distrik ini.

Jika kita menyebutnya seperti alamat di jepang, maka akan menjadi, Lamberk, distrik Canalle, Perfektur Meesian, Kekaisaran Somerforce.

Intinya, semua tergantung kepada Kepala Distrik Canalle ini mau memihak kemana, jadi ayahku sama sekali tidak memiliki hak untuk memilih. Yah namun karena ayah memiliki posisi yang memungkinkan beliau memberikan masukan, maka bisa saja ayah memberikan saran tentang siapa yang harus mereka ikuti.

“Menurut Rietz mana yang seharusnya kita dukung??”

“Sa-saya ya?? Yah, saya belum bisa menentukannya karena saya belum pernah mengenal kedua bersaudara ini….”

Rietz memiliki poin wisdom dan politik yang tinggi, jadi kukira dia akan mengerti. Namun sepertinya parameter yang ada ini terlalu sedikit baginya agar bisa membuat keputusan soal ini.

Sepertinya Skill Appraisal milikku ini juga akan berguna nanti untuk memilih kemana harus memihak.

Dengan skill ini aku bisa mengetahui diantara mereka bersaudara mana yang lebih berbakat, atau mana yang pengikut berbakatnya lebih banyak. Jadi seharusnya kita akan bisa memprediksi pihak mana yang akan menang.

Misalnya saja pilihanku ini berbeda dengan Ayah, aku akan berusaha membujuknya, dan kemudian ayah bisa membujuk Kepala Distrik Canalle sehingga kita bisa berpindah haluan ke pihak yang akan menag.

“Untuk bangsawan kecil seperti Keluarga Louvent, kita harus menganggap ini sebagai kesempatan…. Jika kita bisa berperan aktif dalam peperangn dan berhasil menjadi Kepala Distrik, itu benar-benar batu lompatan yang besar…. Untuk itu kita harus berusaha lebih keraas lagi kedepannya….”

Jangan lupa untuk komen ya…

Rietz pun mengakhiri ceritanya. Kemudian pembelajaran ini berlanjut selama beberapa saat. Dan ketika selesai…..

“Kalau begitu mari kita cari orang-orang berbakat lagi seperti bisanya…. Kalau kita harus berusaha sekuat tenaga, kita butuh orang-orang yang berbakat kan?”

Aku mengajaknya.

“Baik, saya akan menemani anda…”

Akhir-akhir ini Rietz juga menjadi pengawalku dan mengikuti ku mencari sumber daya manusia yang berbakat. Aku sudah mencari sumber daya manusia berbakat di desa, dan akhir-akhir ini aku mulai mencarinya di kota-kota terdekat.

Ada beberapa orang di desa yang nampaknya berbakat jadi aku menjadikan mereka sebagai bawahan, namun aku belum menemukan orang yang seperti Rietz.

Karena terlalu berbahaya pergi ke kota sendirian, maka aku perlu pengawal. Dan ada Rietz membuatku merasa aman.

“Kalau begitu ayo kita berangkat….”

“Baik…”

Aku pun berangkat ke kota bersama Rietz.

Terimakasih telah mampir…

Dari 1, Langsung ke Chapter 9
Selamat Membaca….

Beberapa bulan telah berlalu sejak saat itu. Reitz sudah mencetak beberapa prestasi di dalam pertempurann. Terlebih kecerdasan otaknya mulai menarik perhatian.

Ayah yang sudah berkali-kali bertarung bersama Reitz mulai memuju kecerdasannya. Pernah sebagai percobaan dia diminta untuk membaca buku, dan dalam waktu singkat dia sudah menguasai isi buku tersebut. Dan tentunya ini membuat ayahku berdecak kagum.

Sejak saat itu ia menerima pendidikan lanjutan dan semakin membuatnya tidak pantas disebut sebagai tentara bayaran. Karena menerima pendidikan ini, poin wisdom nya pun sudah meningkat drastis dan saat ini menjadi 89. Hanya tinggal sedikit lagi untuk mencapai 90.

Saat ini Rietz tidak akan ikut bertempur, dan ayah memberikannya sebuah tugas baru.

“Baik, Ars-sama mari kita mulai belajar lagi hari ini…”

Tugas itu adalah menjadi seorang pendidik bagiku. Saat ini Rietz telah memiliki pengetahuan tertinggi di keluarga Louvent ini. Jika mengingat ini baru beberapa bulan sejak pertama kali dia belajar, maka ini sungguh kemajuan yang sangat luar biasa.

Sebagai anak pertama, pendidikan yang diberikan kepadaku sangatlah ketat guna mempersiapkan diriku sebagai penerus keluarga yang berpengetahuan dan terampil. Karena itu tugas mendidik ini diberikan kepada Rietz.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku terlalu berfokus pada pencarian sumber daya manusia sehingga mengabaikan untuk menggali pengetahuan di dunia ini. Karena itu ketika Rietz ditugaskan menjadi pengajar ku, aku pun dengan senang hati menerimannya.

Rietz memegang buku ditangannya dan menghadap kearahku.

“Hari ini mari kita membahas tentang keadaan terkini Kekaisaran Somerforce…”

Bersamaan dengan itu Rietz mulai membuka lembaran buku itu dan menunjukannya kepadaku. Di buku itu tergambar benua Somerforce, tempat kekaisaran Somerforce berada. Gambar dipeta itu terlihat relatif kasar. Sepertinya teknik perpetaan di dunia ini masih belum terlalu tinggi.

“Etto…. Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang pada awalnya Di benua Somerforce ini ada tujuh negeri… dan ketujuh negeri ini bergabung dan menjadi Kekaisaran Somerforce kan….”

“Ya….”

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Pada adawalnya di benua Somerforce ini terdapat tujuh negeri. Diantaranya,

Kerajaan Rawfille, di sebelah timur laut.
Kerajaan Caneship di sebelah barat laut.
Kerajaan Ansel di sebelah timur.
Kerajaan Shoots berada di sebelah barat.
Kerajaan Paradile di pusat benua.
Kerajaan Sights di sebelah barat daya.
Kerajaan Meesian di sebelah tenggara.

Kerajaan Ansel memiliki selat dan sering melakukan transaksi dengan negara diluar benua Somerforce. Dan bersamaan dengan itu, kerajaan ini mengumpulkan kekuatan dan akhirnya menyerang kerajaan-kerajaan lain.

Setelah menginvasi semua kerajaan yang ada di benua ini, Anazas Bydras, Raja Ansel, mendeklarasikan diri sebagai Kaisar dan memimpin Kekaisaran Somerforce. Namun nama-nama negara ini masih ada dan menjadi nama regional.

Misalnya saja , Kerajaan Rawfille menjadi disebut provinsi Rawfille dan Kerajaan Caneship menjadi Provinsi Caneship. Setiap wilayah itu di pimpin oleh seorang gubernur. Para keturunan raja itu menyerah kepada Kerajaan Ansel, dan terbebas dari eksekusi dan dijadikan gubernur di daerah itu.

Wilayah Lamberk kami ini ada di wilayah Meesian.

Meesian ini memiliki empat musim, dan banyak memiliki lahan datar. Itu semua faktor yang membuat wilayah ini memiliki banyak variasi makanan dan jumlah populasi yang cukup besar.

“Sudah 230 tahun sejak berdirinua Kekaisaran Somerforce… Saat ini Kekaisaran Somerforce ini berada dalam keadaan genting…. Masing-masing gubernur dari setiap daerah berhenti mematuhi perintah Kekaisaran, dan perlahan-lahan menjadi wilayah yang mandiri… Meskipun begitu, pengaruh keluarga kaisar Bydras ini tidaklah rendah…. Dan wilayah kekuasaan nya ini luas… Jika saja ada orang yang berbakat menegambil komando ini, mungkin mereka dapat dengan mudah membalikan keadaan…”

“Apa kepala keluarga Bydras ini orang yang berbakat?”

“Kepala keluarga saat ini, Baydras XII, hanyalah anak kecil berusia delapan tahun…. Sepertinya pemerintahan sedang di kendalikan oleh bawahannya… Saya tidak terlalu mengerti rinciannyam namun sepertinya saat ini pemerintahan itu bukan dikomandoi oleh satu orang berbakat, melainkan oleh berbagai fraksi yang saling beradu kekuatan…. Dan saya rasa ini tidak akan berlanjut dengan baik kedepannya….”

Dimasa sulit seperti ini mereka masih sempat berkonfflik internal ya… Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi keluarga Kekaisaran.

Semoga bisa terus ramai….

“Yah… bukan hanya Keluarga kaisar Bydras saja yang memiliki konliiik… namun di wilayah Meesian ini juga dalam waktu dekat ini mungkin akan terjadi perebutan penerus….”

“Bagaimana maksudnya?”

“Gubernur Meesien saat ini, Amador Salemakia , sudah terlalu tua…. Meskipun saya tidak mendengar adanya berita penyakit, namun diperkirakan beliau akan meninggal dalam waktu kurang-lebih 10 tahun lagi…. Amador-sama memliki dua orang anak… biasanya sudah wajar jika anak pertama yang mewariskan jabatannya, namun adiknya ini nampak lebih berbakat dan membuat mereka bingung mana yang lebih baik untuk menjadi penerus….. Jika sampai beliau meninggal sebelum menentukan penerusnya ini, maka besar kemungkinan akan terjadi perebutan kekuasaan…. Namun walaupun jika ditentukan sebelum beliau meninggal, kemungkinan terjadinya perang pun tidak kecil… Sepertinya kedua bersaudara ini sama-sama memiliki ambisi sebagai penerus keluarga…”

Konflik perebutan tahta ya….

Jika salah bertindak sedikit saja bisa menjadi perang besar ya….

Nampaknya memang sudah sering terjadi peperangan kecil, namun sepertinya semenjak aku terlahir, aku belum pernah mendengar ada perang besar.

Jika nanti sampai terjadi perang demi memperebutkan tahta, maka pihak yang kalah mungkin akan kehilangan daerah kekuasaan mereka. Sebaliknya, bagi yang menang dalam peperangan ini wilayahnya akan bertambah seirig kontribusi mereka dalam perang tersebut.

Jika terjadi peperangan nanti, ayah pasti juga akan terlibat, dan biar ayah yang menentukan kemana harus memihak.

Kira-kira apa yang akan dia lakukan ya??

“Kira-kira ayahku condong kearah mana??”

“Raven-sama beranggapan bahwa sepantasnya adalah sang kakak yang mengambil posisi itu, namun bukan lah Raven-sama yang menentukan akan kemana beliau memihak….”

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

Sepertinya itu ada benarnya. Karena Ayah bukanlah bawahan langsung Gubernur Meesian. Setiap Provinsi ini pada biasanya terbagi kedalam lebih dari 20 distrik. Dan distrik ini dipimpin oleh kepala Distrik. Daerah Lamberk ini terletak di Distrik Canalle dan ayahku merupakan bawahan dari kepala distrik ini.

Jika kita menyebutnya seperti alamat di jepang, maka akan menjadi, Lamberk, distrik Canalle, Perfektur Meesian, Kekaisaran Somerforce.

Intinya, semua tergantung kepada Kepala Distrik Canalle ini mau memihak kemana, jadi ayahku sama sekali tidak memiliki hak untuk memilih. Yah namun karena ayah memiliki posisi yang memungkinkan beliau memberikan masukan, maka bisa saja ayah memberikan saran tentang siapa yang harus mereka ikuti.

“Menurut Rietz mana yang seharusnya kita dukung??”

“Sa-saya ya?? Yah, saya belum bisa menentukannya karena saya belum pernah mengenal kedua bersaudara ini….”

Rietz memiliki poin wisdom dan politik yang tinggi, jadi kukira dia akan mengerti. Namun sepertinya parameter yang ada ini terlalu sedikit baginya agar bisa membuat keputusan soal ini.

Sepertinya Skill Appraisal milikku ini juga akan berguna nanti untuk memilih kemana harus memihak.

Dengan skill ini aku bisa mengetahui diantara mereka bersaudara mana yang lebih berbakat, atau mana yang pengikut berbakatnya lebih banyak. Jadi seharusnya kita akan bisa memprediksi pihak mana yang akan menang.

Misalnya saja pilihanku ini berbeda dengan Ayah, aku akan berusaha membujuknya, dan kemudian ayah bisa membujuk Kepala Distrik Canalle sehingga kita bisa berpindah haluan ke pihak yang akan menag.

“Untuk bangsawan kecil seperti Keluarga Louvent, kita harus menganggap ini sebagai kesempatan…. Jika kita bisa berperan aktif dalam peperangn dan berhasil menjadi Kepala Distrik, itu benar-benar batu lompatan yang besar…. Untuk itu kita harus berusaha lebih keraas lagi kedepannya….”

Jangan lupa untuk komen ya…

Rietz pun mengakhiri ceritanya. Kemudian pembelajaran ini berlanjut selama beberapa saat. Dan ketika selesai…..

“Kalau begitu mari kita cari orang-orang berbakat lagi seperti bisanya…. Kalau kita harus berusaha sekuat tenaga, kita butuh orang-orang yang berbakat kan?”

Aku mengajaknya.

“Baik, saya akan menemani anda…”

Akhir-akhir ini Rietz juga menjadi pengawalku dan mengikuti ku mencari sumber daya manusia yang berbakat. Aku sudah mencari sumber daya manusia berbakat di desa, dan akhir-akhir ini aku mulai mencarinya di kota-kota terdekat.

Ada beberapa orang di desa yang nampaknya berbakat jadi aku menjadikan mereka sebagai bawahan, namun aku belum menemukan orang yang seperti Rietz.

Karena terlalu berbahaya pergi ke kota sendirian, maka aku perlu pengawal. Dan ada Rietz membuatku merasa aman.

“Kalau begitu ayo kita berangkat….”

“Baik…”

Aku pun berangkat ke kota bersama Rietz.

Terimakasih telah mampir…

Anda telah membaca Tensei Kizoku, Kantei Skill de Nariagaru Chapter Chapter 9. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

8 responses to “Tensei Kizoku, Kantei SKILL de Nariagaru Chapter 9”

  1. Killua says:

    Maaf min habis dari WN nya cain gua gak ke web ini lagi karena WN nya cain habis ,kalo disuruh baca wn ini pun ceritanya dah malek ,kenapa gua suka wn nya cain karena cerita nya mirip ama isekai wa smartphone yang mana yang di reinkarnasi bukan om om tua tapi bocah sekolah

    • KuroMage says:

      Kuharap kau kan kembali….

    • Ardian-kun says:

      Ane sih mlh suka orang dewasa yg di reincarnasi..
      Tpi yg bikin gk selera baca gara2 grafik manganya yg burik bikin mata sepet.. mau ngebayangin tokoh2nya jdi mls:v
      Klo di novel cain grafik ma visual tokoh²nya mayan bagus jdi nyaman bacanya
      Maap min.. ane nunggu update novel sebelah aja?

  2. psp06 says:

    Wah, versi manga bnyk skip WN nya, yg ini chapter 9, tp manga ini chapter 4. Smoga d lanjut ma mimin. Oh ya, novel priest sultan (shoukan sareta) lanjut dong min.

  3. Asparagus boy says:

    Semangat TL-nya min……… Ditunggu kelanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *