Tensei Kizoku Isekai Boukenroku Volume 7 indonesia

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4

Judul Chapter:
Berangkat....

Selamat Membaca….

Karena untuk sampai di Beasr Kingdom Kermes harus menggunakan kapal yang ada di kota Misinga, maka Cain berkumpul disini bersama beberpa Ksatria dan beberapa Deacon dari gereja.

Kapal yang ada ditambatkan dipelabuhan ini adalah sebuah kapal layar berukuran sedang. Hagnes menjelaskan bahwa sebenarnya ada kapal yang besar juga, namun karena ingin meminta bantuan cepat dari Kerajaan Esfort, maka digunakan lah kapal yang ukuran sedang yang dapat berlayar lebih cepat.

Didalam kapal itu sudah dimuat barang-barang kebutuhan yang dibeli dari kota Mishinga, dan tinggal menunggu keberangkatan saja.

“Cain-dono, pastikan untuk kembali dengan selamat…”

“Ya tentu saja”

Earl Regant yang merupakan walikota Mishinga itu menjabat tangan Cain dengan erat.

Pada kenyataannya  daripada menggunakan kapal Cain bisa lebih cepat sampai dengan terbang dilangit, namun jika dia datang sendirian maka pihak Beast Kingdom pasti  tidak akan bisa begitu saja menerimanya, jadi ia perlu datang bersama dengan Hagness.

Setelah berpamitan Cain pun segera naik ke kapal.

“Berangkat!!!”

Tali penambat pun dilepas dan layar dibentangkan, kemudian kapal itu mulai bergerak perlahan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Ini mungkin memang pertamakalinya ia sebagai Cain naik di kapal, namun di kehidupan sebelumnya dia sudah berkali-kali melakukannya. Jadi dia tidak ada masalah apapun dengan ini. Namun sepertinya para ksatria dan orang gereja yang menemaninya tidak demikian, mereka merasa gugup.

Dan kapal pun terus melaju mengarungi lautan.

Cain dipandu oleh Hagness menuju ke kamar tamu kelas terbaik.

“Ini adalah kamar Cain-dono… Kita akan segera mengadakan pertemuan, jadi mari saya antar….”

Iapun berjalan mengikuti Hagness, dan ketika mereka melewatis sebuah pintu, mereka tiba di sebuah ruang rapat yang besar. Ada beberapa orang sudah duduk disana, dan ketika memastikan Cain sudah duduk, seseorang yang nampaknya adalah kapten kapal ini pun mulai berbicara sambil menunjuk peta laut.

Terimakasih kepada para donatur!!! 

“Sesuai dengan peta laut ini, aku berencana untuk mengikuti rute ini…. Ini memang rute menuju ke Beast Kingdom Kermes, namun tergantung pada kondisi angin, mungkin kita akan sampai dalam waktu seminggu atau bahkan lebih…”

Kaarena kapal di dunia ini masih menggunakan layar, maka jika tidak ada angin, maka kapal ini tidak akan berjalan. Namun karena saat ini sedang terjadi perang dan sangat mendesak maka Cain pun memberikan usulan.

“Aku bisa menggunakan sihir…. Dengan sihir angin dan mengarahkannya pada layar, mungkin kita bisa sampai lebih cepat….”

“Aku benar-benar bersyukur atas saran itu, namun yang dapat melakukan sihir selama itu adalah penyihir kerajaan atau petualang tingkat tinggi saja…. Untuk penyihir pemula dan penyihir menengah paling lama cuma bertahan sekitar satu jam saja….”

Kapten itu menyatakan penolakannya atas saran dari Cain. Dia mengerti bahwa sihir angin itu memang menguntungkan, namun sihir itu tidak akan bisa digunakan terus-menerus dalam waktu yang lama.

Namun jumlah energi sihir sangatlah berbeda dari kata biasa. Dia memang perlu waktu untuk tidur, namun dia akan bisa melakukan sihir itu selama mungkin dengan mudahnya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Kalau begitu tidak masalah… biar aku saja yang meniupkan angin ke layar itu… Memang aku tidak bisa melakukannya siang malam,  namun ini adalah saat yang genting dimana satu detiknya itu berharga…. Izinkan aku membantu semaksimal mungkin….”

Di dalam pikiran Cain sudah penuh dengan pemikiran tentang para Hero yang dipanggil. Jika peperangan melawan para Hero yang memiliki kekuatan luar biasa ini, sudah dipastikan bahwa Beast Kingdom Kermes akan hancur.

“Cain-dono, apa anda yakin? Jika anginnya cukup besar mungkin kita bisa tiba lebih cepat… Aku akan menyerahkan kemudi pada wakil kapten, jadi anda hanya perlu fokus mengarahkan angin pada layar saja…”

Setelah pembicaraan itu selesai, Cain naik ke atas dek. Memang ada angin, namun kapal bergerak lambat karena angin itu tidak cukup kuat.

Cain mulai merapalkan sihirnya dan mengeluarkan angin untuk meniup layar.

Namun, itu adalah sihir milik Cain. Bukan milik penyihir biasa. Secara perlahan kecepatan kapal itu meningkat. Saat kecepatan meningkat, aliran ombak yang menabrak kapal makin kencang. Getaran kapal itu makin terasa. Lambung kapal mulai berbunyi seolah menjerit, dan wakil kapten mengendalikan kapal itu dengan panik, lalu dia pun berteriak.

“Jika terus begini kapal ini bisa pecah!!!”

“Aku mengerti, kalau begitu….”

Cain meletakan tangannya diatas geladak kapal, dan mengalirkan energi sihirnya.

“[Material Strenghten]!!”

Kapal itu mengeras dan berhenti berderit. Setelah merasa puas, Cain kembali menggunakan sihir angin untuk meniup layar. Sang Wakil kapten terheran, namun dia sadar prioritas tertinggi adalah sampai ke Beast Kingdom secepat mungkin. Dan ia kembali fokus menatap kedepan.

◇◇◇

Jangan lupa untuk komen ya…

Setelah mentari terbenam, Cain menyudahi tugasnya ini. Ia bersama dengan Hagnes pun menikmati the di ruang tamu yang sudah di siapkan.

“Aku tidak menyangka… sihir Cain-dono benar-benar luar biasa…  Padahal menggunakan sihir terus-menerus sampai malam, tapi anda tidak terlihat kelelahan sama sekali….”

“Tidak kok…. Aku hanya benar-benar ingin membantu Beast Kingdom saja…”

Pada kenyataannya meskipun tidak ada masalah bagi para pelaut yang sudah terbiasa dikapal, namun semua ksatria dan orang gereja yang ikut dari Kerajaan Esfort mabuk laut. Jadi Cain harus menggunakan sihir pemulihan pada mereka dan membiarkan mereka beristirahat dahulu.

Bahkan Hagnes yang sudah agak terbiasa naik kapal saja sampai mabuk laut dan harus mengurung diri dikamarnya. Jadi Cain pun dengan panik segera memulihkan mereka.

“Tampaknya kita akan tiba lebih cepat dari apa yang aku bayangkan… tadi aku juga berbicara dengan kapten, katanya jika kita terus begini mungkin kita akan sampai dalam waktu dua hari lagi…”

“Begitu ya… Kuharap kita bisa sampai secepat mungkin…. Jika semakin banyak yang bisa menggunakan sihir pemulihan, maka akan semakin banyak orang yang akan terselamatkan….”

Pada saat Hagnes menuju ke Kerajaan Esfort pasti sudah banyak korban yang berjatuhan. Semua itu disebabkan oleh para Hero itu. Memang belum jelas dari dunia mana mereka dipanggil, namun Cain percaya bahwa Hero yang menjadi pengganti Yuuya ini tidak seharusnya memulai perang antar negara.

Keesokan harinya sejak pagi kapal itu bergerak menggunakan sihir angin, dan sebelum matahari terbenam mereka sudah dapat melihat daratan di hadapan mereka.

“Aku bisa melihat Beast Kingdom!!! Kita sampai cuma dalam dua hari!!!! Jangan sampai kendor!!!”

“Ooo!!!”

Semua kru kapal menjawab sang wakil kapten dengan penuh semangat. Pada rencananya mereka akan sampai dalam waktu satu minggu, namun berkat kerja keras Cain, mereka bisa tiba di Beast Kingdom dalam waktu dua hari saja.

Terimakasih telah mampir…

 

Selamat Membaca….

Karena untuk sampai di Beasr Kingdom Kermes harus menggunakan kapal yang ada di kota Misinga, maka Cain berkumpul disini bersama beberpa Ksatria dan beberapa Deacon dari gereja.

Kapal yang ada ditambatkan dipelabuhan ini adalah sebuah kapal layar berukuran sedang. Hagnes menjelaskan bahwa sebenarnya ada kapal yang besar juga, namun karena ingin meminta bantuan cepat dari Kerajaan Esfort, maka digunakan lah kapal yang ukuran sedang yang dapat berlayar lebih cepat.

Didalam kapal itu sudah dimuat barang-barang kebutuhan yang dibeli dari kota Mishinga, dan tinggal menunggu keberangkatan saja.

“Cain-dono, pastikan untuk kembali dengan selamat…”

“Ya tentu saja”

Earl Regant yang merupakan walikota Mishinga itu menjabat tangan Cain dengan erat.

Pada kenyataannya  daripada menggunakan kapal Cain bisa lebih cepat sampai dengan terbang dilangit, namun jika dia datang sendirian maka pihak Beast Kingdom pasti  tidak akan bisa begitu saja menerimanya, jadi ia perlu datang bersama dengan Hagness.

Setelah berpamitan Cain pun segera naik ke kapal.

“Berangkat!!!”

Tali penambat pun dilepas dan layar dibentangkan, kemudian kapal itu mulai bergerak perlahan.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

Ini mungkin memang pertamakalinya ia sebagai Cain naik di kapal, namun di kehidupan sebelumnya dia sudah berkali-kali melakukannya. Jadi dia tidak ada masalah apapun dengan ini. Namun sepertinya para ksatria dan orang gereja yang menemaninya tidak demikian, mereka merasa gugup.

Dan kapal pun terus melaju mengarungi lautan.

Cain dipandu oleh Hagness menuju ke kamar tamu kelas terbaik.

“Ini adalah kamar Cain-dono… Kita akan segera mengadakan pertemuan, jadi mari saya antar….”

Iapun berjalan mengikuti Hagness, dan ketika mereka melewatis sebuah pintu, mereka tiba di sebuah ruang rapat yang besar. Ada beberapa orang sudah duduk disana, dan ketika memastikan Cain sudah duduk, seseorang yang nampaknya adalah kapten kapal ini pun mulai berbicara sambil menunjuk peta laut.

Terimakasih kepada para donatur!!! 

“Sesuai dengan peta laut ini, aku berencana untuk mengikuti rute ini…. Ini memang rute menuju ke Beast Kingdom Kermes, namun tergantung pada kondisi angin, mungkin kita akan sampai dalam waktu seminggu atau bahkan lebih…”

Kaarena kapal di dunia ini masih menggunakan layar, maka jika tidak ada angin, maka kapal ini tidak akan berjalan. Namun karena saat ini sedang terjadi perang dan sangat mendesak maka Cain pun memberikan usulan.

“Aku bisa menggunakan sihir…. Dengan sihir angin dan mengarahkannya pada layar, mungkin kita bisa sampai lebih cepat….”

“Aku benar-benar bersyukur atas saran itu, namun yang dapat melakukan sihir selama itu adalah penyihir kerajaan atau petualang tingkat tinggi saja…. Untuk penyihir pemula dan penyihir menengah paling lama cuma bertahan sekitar satu jam saja….”

Kapten itu menyatakan penolakannya atas saran dari Cain. Dia mengerti bahwa sihir angin itu memang menguntungkan, namun sihir itu tidak akan bisa digunakan terus-menerus dalam waktu yang lama.

Namun jumlah energi sihir sangatlah berbeda dari kata biasa. Dia memang perlu waktu untuk tidur, namun dia akan bisa melakukan sihir itu selama mungkin dengan mudahnya.

Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu…

“Kalau begitu tidak masalah… biar aku saja yang meniupkan angin ke layar itu… Memang aku tidak bisa melakukannya siang malam,  namun ini adalah saat yang genting dimana satu detiknya itu berharga…. Izinkan aku membantu semaksimal mungkin….”

Di dalam pikiran Cain sudah penuh dengan pemikiran tentang para Hero yang dipanggil. Jika peperangan melawan para Hero yang memiliki kekuatan luar biasa ini, sudah dipastikan bahwa Beast Kingdom Kermes akan hancur.

“Cain-dono, apa anda yakin? Jika anginnya cukup besar mungkin kita bisa tiba lebih cepat… Aku akan menyerahkan kemudi pada wakil kapten, jadi anda hanya perlu fokus mengarahkan angin pada layar saja…”

Setelah pembicaraan itu selesai, Cain naik ke atas dek. Memang ada angin, namun kapal bergerak lambat karena angin itu tidak cukup kuat.

Cain mulai merapalkan sihirnya dan mengeluarkan angin untuk meniup layar.

Namun, itu adalah sihir milik Cain. Bukan milik penyihir biasa. Secara perlahan kecepatan kapal itu meningkat. Saat kecepatan meningkat, aliran ombak yang menabrak kapal makin kencang. Getaran kapal itu makin terasa. Lambung kapal mulai berbunyi seolah menjerit, dan wakil kapten mengendalikan kapal itu dengan panik, lalu dia pun berteriak.

“Jika terus begini kapal ini bisa pecah!!!”

“Aku mengerti, kalau begitu….”

Cain meletakan tangannya diatas geladak kapal, dan mengalirkan energi sihirnya.

“[Material Strenghten]!!”

Kapal itu mengeras dan berhenti berderit. Setelah merasa puas, Cain kembali menggunakan sihir angin untuk meniup layar. Sang Wakil kapten terheran, namun dia sadar prioritas tertinggi adalah sampai ke Beast Kingdom secepat mungkin. Dan ia kembali fokus menatap kedepan.

◇◇◇

Jangan lupa untuk komen ya…

Setelah mentari terbenam, Cain menyudahi tugasnya ini. Ia bersama dengan Hagnes pun menikmati the di ruang tamu yang sudah di siapkan.

“Aku tidak menyangka… sihir Cain-dono benar-benar luar biasa…  Padahal menggunakan sihir terus-menerus sampai malam, tapi anda tidak terlihat kelelahan sama sekali….”

“Tidak kok…. Aku hanya benar-benar ingin membantu Beast Kingdom saja…”

Pada kenyataannya meskipun tidak ada masalah bagi para pelaut yang sudah terbiasa dikapal, namun semua ksatria dan orang gereja yang ikut dari Kerajaan Esfort mabuk laut. Jadi Cain harus menggunakan sihir pemulihan pada mereka dan membiarkan mereka beristirahat dahulu.

Bahkan Hagnes yang sudah agak terbiasa naik kapal saja sampai mabuk laut dan harus mengurung diri dikamarnya. Jadi Cain pun dengan panik segera memulihkan mereka.

“Tampaknya kita akan tiba lebih cepat dari apa yang aku bayangkan… tadi aku juga berbicara dengan kapten, katanya jika kita terus begini mungkin kita akan sampai dalam waktu dua hari lagi…”

“Begitu ya… Kuharap kita bisa sampai secepat mungkin…. Jika semakin banyak yang bisa menggunakan sihir pemulihan, maka akan semakin banyak orang yang akan terselamatkan….”

Pada saat Hagnes menuju ke Kerajaan Esfort pasti sudah banyak korban yang berjatuhan. Semua itu disebabkan oleh para Hero itu. Memang belum jelas dari dunia mana mereka dipanggil, namun Cain percaya bahwa Hero yang menjadi pengganti Yuuya ini tidak seharusnya memulai perang antar negara.

Keesokan harinya sejak pagi kapal itu bergerak menggunakan sihir angin, dan sebelum matahari terbenam mereka sudah dapat melihat daratan di hadapan mereka.

“Aku bisa melihat Beast Kingdom!!! Kita sampai cuma dalam dua hari!!!! Jangan sampai kendor!!!”

“Ooo!!!”

Semua kru kapal menjawab sang wakil kapten dengan penuh semangat. Pada rencananya mereka akan sampai dalam waktu satu minggu, namun berkat kerja keras Cain, mereka bisa tiba di Beast Kingdom dalam waktu dua hari saja.

Terimakasih telah mampir…

 

Sebarkan karya kami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

26 thoughts on “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4”

    • min tolong buat proyek baru dong judulnya “Let’s manage the Tower” web novelnya udah tamat dan LN masih ongoing

      Reply
  1. Yah… nunggu lg ntah sampe kpn. Penasaran ma kelompok hero yg d panggil. Kyknya mang pacar si cain. Soalnya d chapter sebelumnya ad d ceritain pacar si cain yg datang k makam cain.

    Reply

Leave a Comment